Bagikan:

Dewan Pengawas KPK Tegaskan Serius Cari Buronan Harun Masiku

Keseriusan itu dibuktikan dengan penggeledahan yang dilakukan untuk mencari Harun Masiku setelah mendapat izin dari Dewas.

NASIONAL | NUSANTARA

Selasa, 18 Jan 2022 14:25 WIB

Author

Muthia Kusuma

Serius Cari Buronan Harun Masiku

Ketua Dewas KPK Tumpak Hatorangan Panggabean saat Konferensi Pers Kinerja Dewan Pengawas KPK 2021 (18/1/2022). (Foto: Tangkapan layar Youtube KPK RI)

KBR, Jakarta - Dewan Pengawas Komisi Pemberantasan Korupsi (Dewas KPK) menyebut Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) serius mencari tersangka Harun Masiku yang telah masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO).

Ketua Dewas KPK Tumpak Hatorangan Panggabean mengatakan, keseriusan itu dibuktikan dengan penggeledahan yang dilakukan untuk mencari Harun Masiku setelah mendapat izin dari Dewas.

Harun Masiku merupakan politisi PDIP yang menjadi buronan kasus dugaan suap terkait dengan penetapan Anggota DPR RI melalui mekanisme Pergantian Antar Waktu (PAW) yang juga melibatkan eks-Komisioner KPU, Wahyu Setiawan.

"KPK serius untuk melakukan pencarian itu. Kalau melakukan audit tentu iya, kalau menanyakan kepada pimpinan, sudah kami tanyakan sudah sejak 2020 bahkan," kata Tumpak di Gedung Pusat Edukasi Antikorupsi (ACLC) KPK, Jakarta, Selasa (18/1/2022).

Baca juga:

Dewas KPK Terima 33 Laporan Pelanggaran Etik

KPK akan Selidiki Dugaan Ada Pegawai KPK yang Bisa Disetir Azis Syamsuddin

Tumpak juga menekankan, Dewas telah menanyakan kepada pimpinan KPK soal kendala dalam pencarian Harun Masiku. Diketahui Dewas, kendala pencarian yaitu KPK belum mendapatkan informasi yang tepat soal keberadaan Harun Masiku.

Kendati demikian, ia memastikan KPK tetap bekerja untuk mencari Harun Masiku. Kepastian itu dijamin dengan pembuktian surat izin penggeledahan di sejumlah rumah.

Editor: Fadli Gaper

Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7

Jalan Buntu Penolakan Pemekaran Wilayah Papua