Bagikan:

BNPT Waspadai Ribuan WNI Terduga Teroris di Luar Negeri

Mereka dianggap menjadi ancaman jika pulang ke Indonesia secara diam-diam

NASIONAL

Rabu, 26 Jan 2022 13:20 WIB

Author

Agus Lukman

Ribuan WNI Jadi Teroris di Luar Negeri

Ilustrasi simulasi penanganan teroris oleh pasukan Brimob Polda Sulawesi Tenggara, Kamis (25/11?2021). Foto: ANTARA

KBR, Jakarta- Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) mewaspadai ribuan orang warga Indonesia yang diduga menjadi tentara teroris di daerah konflik di luar negeri seperti di Suriah, Irak, Filipina dan Afghanistan.

Kepala BNPT Boy Rafli Amar mengatakan mereka dianggap menjadi ancaman jika pulang ke Indonesia secara diam-diam. Dari ribuan orang itu, ada ratusan yang berstatus deportan dan returnee, kebanyakan di Suriah dan Irak.

Returnee adalah WNI yang berhasil masuk dan tinggal di daerah yang pernah dikuasai ISIS di Iraq dan Syria, sedangkan deportan ialah simpatisan atau pendukung yang ingin tinggal di wilayah yang pernah dikuasai oleh ISIS, tapi kemudian ditangkap dan dipulangkan dari negara transit.

"Kemungkinan ancaman kepulangan foreign terrorist fighter (FTF) dari jalur ilegal. Karena jalur ilegal ini bisa saja tidak menggunakan identitas, menggunakan jalur-jalur masuk Indonesia seperti pelabuhan kecil. Juga kemungkinan dilakukannya deportan, dan returnee tergabung dalam jaringan teror," Boy Rafli saat rapat dengan Komisi III DPR, Jakarta, Selasa (25/1/2022).

Baca juga:

Dalam paparannya, Kepala BNPT Boy Rafli Amar menjelaskan, sejauh ini ada 1.251 orang WNI milisi teroris yang masih berada di luar negeri. Sebanyak 570-an orang dideportasi dan 198 berstatus returnee.

Kata dia, Satgas Penanggulangan Foreign Terrorist Fighters (FTF), telah menjemput 13 WNI yang dideportasi dari berbagai negara. Beberapa telah dipulangkan ke daerah asal, dan sebagian masih menjalani proses deradikalisasi.

Editor: Sindu

Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7

Kemarau Tiba, Waspada Kebakaran Hutan dan Lahan