Bagikan:

BMKG: Total Enam Kali Gempa di Banten, Ini Penyebabnya

Rentetan gempa yang terjadi, tidak berpotensi tsunami dan termasuk gempa dangkal.

NASIONAL

Jumat, 14 Jan 2022 18:31 WIB

Author

Muthia Kusuma

gempa

Pusat gempa Pandeglang, Banten, Jumat (14/1/2022). (Foto: USGS)

KBR, Jakarta - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) membenarkan adanya gempa susulan yang masih berpusat di laut 54 KM Barat Daya Sumur, Banten pada kedalaman 10 KM. 

Gempa susulan ini lebih rendah, dengan kekuatan magnitudo 5,7. BMKG mencatat, gempa susulan terjadi selang sekitar 45 menit dari gempa pertama, atau pukul 16.50 WIB. 

Total ada lima gempa susulan usai gempa pertama yang berkekuatan magnitudo 6,6.

Kekuatan gempa susulan ini tergolong lemah, namun dirasakan di Tangerang selatan, Pelabuhan Ratu, Bandar Lampung, Kota Tangerang, dan Bogor, Jawa Barat. 

Kepala BMKG Dwikorita Karnawati mengatakan, rentetan gempa yang terjadi, tidak berpotensi tsunami dan termasuk gempa dangkal.

"Dengan memperhatikan lokasi episenter, dan kedalaman hiposentrumnya, gempa bumi yang terjadi, merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas subduksi samudera Indo-Australia menunjang ke bawah lempeng Benua Eurasia, atau tepatnya ke bawah, pulau Jawa yang menerus hingga ke Nusa Tenggara," ucap Dwikorita saat konferensi pers daring, Jumat, (14/1/2022).

Baca juga:

Kepala BMKG Dwikorita Karnawati menambahkan, pihaknya belum menerima laporan kerusakan akibat gempa bumi tersebut. 

Ia mencatat, pada daerah terdekat episentrum gempa, seperti di Cikeusik dan Panimbang, Kabupaten pandeglang, Banten, semua warga terkejut akibat merasakan getaran dan banyak yang lari keluar ruangan.

Namun, berdasarkan data Pemerintah Provinsi Banten, gempa itu menyebabkan rumah hingga fasilitas publik di wilayahnya rusak, dengan rincian, empat rumah dan satu masjid rusak, serta satu madrasah dilaporkan rusak parah.

Sedangkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mencatat ada dua bangunan mengalami keretakan. Berdasarkan data Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) BPBD DKI Jakarta, per pukul 18.03 WIB, dua bangunan yang dimaksud adalah RSUD Kalideres, dan kantor Wali Kota Jakarta Timur. 

BPBD wilayah terdampak gempa dan pemerintah daerah masih terus mendata kerugian maupun korban akibat gempa tersebut.

Editor: Agus Luqman

Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Kabar Baru Jam 12

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7