Bagikan:

BI: Kinerja Industri Pengolahan Diramalkan Menanjak Hingga Triwulan I/2022

"Kemudian, makanan, minuman dan tembakau 53,86 persen, disusul barang kayu dan hasil hutan lainnya 53,40 persen," dikutip dalam keterangan resminya Laporan PMI-BI,"

NASIONAL | KABAR BISNIS

Jumat, 14 Jan 2022 17:24 WIB

Author

Ranu Arasyki

Ilustrasi: Seorang pengunjung berbelanja makanan untuk keperluan natal di supermarket di Pontianak,

Ilustrasi: Seorang pengunjung berbelanja makanan untuk keperluan natal di supermarket di Pontianak, Kalbar. Kamis, (23/12/21). (Foto: Antara/Jessica Helena)

KBR, Jakarta— Bank Indonesia (BI) memproyeksi peningkatan kinerja sektor industri pengolahan akan terus berlanjut hingga memasuki triwulan I/2022.

BI melaporkan, Prompt Manufacturing Index (PMI) BI pada triwulan I/2022 ditaksir mencapai 53,83 persen, atau lebih tinggi dibandingkan capaian triwulan sebelumnya.

Mayoritas subsektor yang diramal bakal meningkat itu disebut-sebut berasal dari subsektor logam dasar besi dan baja dengan indeks tertinggi mencapai 54,06 persen.

"Kemudian, makanan, minuman dan tembakau 53,86 persen, disusul barang kayu dan hasil hutan lainnya 53,40 persen," begitu keterangan tertulis Bank Indonesia dalam Laporan PMI-BI, Jumat (14/1/2022).

Baca Juga:

Jika melihat pada triwulan IV/2021, BI menjelaskan, kinerja sektor industri pengolahan terindikasi meningkat dan berada pada fase ekspansi.

Kondisi itu tercermin dari PMI-BI sebesar 50,17 persen, atau meningkat dari 48,75 persen pada triwulan III/2021.

"Peningkatan tersebut terjadi pada seluruh komponen pembentuk PMI-BI, dengan indeks tertinggi pada komponen volume produksi, volume total pesanan dan volume persediaan barang jadi."

Adapun, pendorong yang lain yaitu jumlah karyawan yang berada pada fase ekspansi.

Jika melihat pada peningkatan subsektor triwulan III/2021, indeks tertinggi berada pada makanan, minuman dan tembakau sebesar 51,84 persen, disusul logam dasar besi dan baja sebesar 51,80 persen, tekstil, barang kayu dan alas kaki sebesar 50,98 persen, serta alat angkut, mesin dan peralatannya sebesar 50,66 persen.

"PMI-BI tersebut sejalan dengan perkembangan kegiatan sektor Industri Pengolahan hasil Survei Kegiatan Dunia Usaha (SKDU) yang positif dan meningkat dengan Saldo Bersih Tertimbang (SBT) sebesar 0,50 persen," begitu keterangan tertulis Bank Indonesia.

Editor: Agus Luqman

Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7

Upaya Menghidupkan Dwifungsi TNI

Most Popular / Trending