Bagikan:

BI: Harga Terkendali, Inflasi Januari Masih Di bawah 1 Persen

"Dengan perkembangan tersebut, perkiraan inflasi Januari 2022 secara tahun kalender sebesar 0,53 persen year to date (ytd), dan secara tahunan sebesar 2,15 persen year on year (yoy),"

NASIONAL | KABAR BISNIS

Jumat, 28 Jan 2022 15:44 WIB

Author

Ranu Arasyki

Ilustrasi: Pembeli memilih telur ayam di Psar Botania, Batam, Kepulauan Riau. Selasa (28/12/21). (Fo

Ilustrasi: Pembeli memilih telur ayam di Psar Botania, Batam, Kepulauan Riau. Selasa (28/12/21). (Foto: ANTARA/Teguh Prihatna)

KBR, Jakarta— Bank Indonesia (BI) mencatat tingkat inflasi pada Januari 2022 bertengger sebesar 0,53 persen month to month (mom), ditopang dari harga yang tetap terkendali. Laporan ini berdasarkan Survei Pemantauan Harga pada minggu IV Januari 2022.

"Dengan perkembangan tersebut, perkiraan inflasi Januari 2022 secara tahun kalender sebesar 0,53 persen year to date (ytd), dan secara tahunan sebesar 2,15 persen year on year (yoy)," begitu pernyataan BI dalam keterangan tertulis, Jumat (28/1/2022). 

BI mencatat penyumbang utama inflasi Januari 2022 hingga minggu ke-IV berasal dari komoditas Bahan Bakar Rumah Tangga (BBRT) sebesar 0,12 persen (mtm), daging ayam ras sebesar 0,09 persen (mtm), dan tomat serta beras masing-masing sebesar 0,05 persen (mtm).

Kemudian, telur ayam ras, sabun detergen bubuk/cair dan rokok kretek filter masing-masing sebesar 0,03 persen (mtm), bawang merah sebesar 0,02 persen (mtm).

Baca Juga:

"Cabai rawit, minyak goreng, jeruk, mie kering instan, bawang putih, kangkung, gula pasir dan emas perhiasan masing-masing sebesar 0,01 persen (mtm)," tulis BI.

BI menyebut ada beberapa komoditas yang mengalami deflasi atau penurunan harga. Komoditas itu yakni cabai merah sebesar minus 0,05 persen (mtm) dan tarif angkutan udara sebesar minus 0,02 persen (mtm).

BI mengklaim akan terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah dan otoritas terkait untuk memonitor secara cermat dinamika penyebaran Covid-19 dan dampaknya terhadap perekonomian Indonesia dari waktu ke waktu.

"Serta langkah-langkah koordinasi kebijakan lanjutan yang perlu ditempuh untuk menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan, serta menopang pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap baik dan berdaya tahan," tulis BI dalam keterangan resmi.

Editor: Agus Luqman

Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7

Ikhtiar Sorgum untuk Substitusi Gandum

Most Popular / Trending