Bagikan:

Badan Geologi Tambah Alat Pemantau Aktivitas Semeru

Alat-alat itu berupa 20 unit pemantau seismik, enam unit Tiltmeter, 12 unit GPS, 10 unit Thermal Kamera dan DSLR, dua unit drone atau pesawat tanpa awak, dan 10 unit kamera video digital.

NASIONAL | NUSANTARA

Kamis, 27 Jan 2022 14:57 WIB

Alat Pemantau Aktivitas Semeru

Awan panas guguran keluar melalui bukaan aliran lava baru Semeru yang terpantau dari Desa Supiturang, Pronojiwo, Lumajang, Jatim (21/12/2021). (Foto: ANTARA)

KBR, Jakarta - Badan Geologi Kementerian ESDM akan menambah alat pemantauan vulkanik di Gunung Semeru, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur.

Menurut Kepala Badan Geologi, Eko Budi Lelono, alat-alat itu berupa 20 unit pemantau seismik, enam unit Tiltmeter, 12 unit GPS, 10 unit Thermal Kamera dan DSLR, dua unit drone atau pesawat tanpa awak, dan 10 unit kamera video digital

"Saya kira kita ikuti peristiwanya cukup besar erupsinya pada awal Desember 2021 kemarin. Jadi untuk Gunung Semeru ini Badan Geologi Kementerian ESDM merekomendasikan yang pertama tidak melakukan aktivitas apapun di sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan atau sejauh 13 Kilometer dari puncak atau dari pusat erupsi," ujar Kepala Badan Geologi, Eko Budi Lelono dicuplik dari kanal Youtube Badan Geologi, Bandung, Kamis, 27 Januari 2022.

Eko Budi juga mengimbau masyarakat untuk jangan dulu beraktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai atau sempadan sungai di sepanjang Besuk Kobokan. Karena, masih ada potensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar, yang diperkirakan berjarak 17 kilometer dari puncak Semeru.

Selain itu, masyarakat juga diingatkan jangan dulu beraktivitas di radius 5 kilometer dari kawah atau puncak Semeru, karena rawan terjadi lontaran batu dan pijar.

Baca juga:

- Badan Geologi: Belasan Gunung Api Erupsi pada 2021

- Jokowi Janji Segera Relokasi Rumah Warga Terdampak Erupsi Semeru

Desember lalu, Semeru mengalami erupsi. Data BPBD Lumajang, Jawa Timur menyebut, hampir 3 ribu rumah hancur, ribuan warga mengungsi, dan belasan warga meninggal.

Editor: Fadli Gaper

Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Cek Fakta: Benarkah China akan Ambil Alih Kalimantan?

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17