Vaksinasi Covid-19, Jokowi Ingin Mulai Secepatnya

"Kita ingin vaksinasi ini dimulai secepat-cepatnya, setelah BPOM menerbitkan izin penggunaan darurat"

NASIONAL | RAGAM

Senin, 11 Jan 2021 07:04 WIB

Author

Heru Haetami, Resky Novianto

Vaksinasi Covid-19, Jokowi Ingin Mulai Secepatnya

Vaksin COVID-19 Sinovac di gudang Dinas Kesehatan Jateng, di Kota Semarang, Senin (4/1). (Antara/Aji S)

KBR, Jakarta-    Presiden Joko Widodo mengatakan izin penggunaan darurat atau emergency use authorization (EUA) vaksin Covid-19 akan dikeluarkan BPOM pada pekan ini. Jokowi mengatakan, vaksinasi akan segera dimulai bila izin tersebut telah diterbitkan BPOM.

"Sebentar lagi vaksinasi akan kita mulai. Kita ingin vaksinasi ini dimulai secepat-cepatnya, setelah BPOM menerbitkan izin penggunaan darurat sesuai kaidah-kaidah akademi dan standar WHO. Kami masih menunggu keputusan dari BPOM. Mungkin minggu depan ini segera terbit dan vaksinasi segera juga kita mulai," ujar Jokowi saat berpidato di acara HUT PDIP Ke-48, Minggu (10/1/2021).

Jokowi mengatakan meski vaksinasi nantinya telah dimulai, ia meminta masyarakat tetap disiplin menjalankan protokol kesehatan. Ia menyebut saat ini sudah memiliki tiga  juta dosis vaksin siap pakai. Vaksin tersebut sudah terdistribusi ke daerah-daerah.

Rencananya, pemerintah akan memvaksinasi 1,6 juta tenaga kesehatan di 34 provinsi sebagai prioritas vaksinasi awal. Kepala BPOM Penny Lukito sebelumnya telah mengatakan masih menunggu data hasil uji klinik fase tiga  vaksin Covid-19 Sinovac di Bandung sebelum menerbitkan izin penggunaan darurat atau Emergency Use Authorization (EUA).

Pemerintah Tak Intervensi

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan pemerintah tidak pernah melakukan intervensi kepada Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) terkait pengeluaran izin edar darurat atau Emergency Use Authorization (EUA) vaksin COVID-19 Sinovac.

“Saya bilang ke Bu Penny, saya berjanji will never touch your tupoksi, karena saya believe sekali vaksin ini membutuhkan rasa trust yang sangat besar dari rakyat dan saya nggak mau main-main dengan trust dan confidence itu. Nggak intervensi, nggak ada telepon-telponan,” kata Budi dalam webinar Vaksinasi dan vaksin COVID-19, Sabtu (9/1/2021).

Budi menjelaskan ada dua mekanisme cara pemberian izin darurat dari BPOM untuk vaksin corona. Untuk vaksin yang dilakukan uji klinis di Indonesia seperti Sinovac, BPOM akan mengkaji dan menguji langsung hasil dari negara yang juga melakukan uji klinis vaksin tersebut.

Sementara untuk vaksin yang tidak diujikan di Indonesia seperti Astrazeneca, pfizer dan novavax, akan menggunakan mekanisme relasi dengan beberapa negara yang memiliki otoritas penguji obat dengan level yang sama.

“Kita bisa menandatangani mutual recognize agreement (MRA), dimana kalau mereka memberi izin darurat kita bisa menggunakan mekanisme relasi untuk meneruskan persetujuan mereka,” katanya.

Sementara itu, Kepala BPOM Penny Lukito mengatakan pihaknya masih melakukan rapat penilaian bersama tim komisi evaluasi untuk segera mengeluarkan izin darurat untuk vaksin jenis Sinovac tersebut.

"Rapat terakhir bersama Tim Komisi Evaluasi dari penilaian vaksin ini yang sifatnya independen, jadi lebih luas lagi, akan kami lakukan besok (Minggu) dimulai pagi sampai siang mudah-mudahan harapannya akan ada konklusi pembulatan pada sore hari," kata Penny dalam rapat koordinasi secara virtual bersama Wakil Presiden Ma'ruf Amin, Sabtu (9/1/2021)

Suci dan Halal

Majelis Ulama Indonesia menyatakan Vaksin Covid-19 dari Sinovac yang berasal dari Cina halal. Hal ini disampaikan Ketua MUI bidang Fatwa Asrorun Niam Sholeh usai sidang fatwa kehalalan Vaksin Covid-19.

"Setelah dilakukan diskusi yang cukup panjang dan penjelasan auditor. Maka Komisi Fatwa menyepakati vaksin Covid19 yang diproduksi Sinovac Lifescience Cina dan diajukan proses sertifikasinya oleh PT. Biofarma hukumnya suci dan halal, ini terkait aspek kehalalannya," kata Niam saat konferensi pers daring, Jumat (8/1/20).

Meski begitu kata dia, terkait izin penggunaannya, MUI tetap menunggu dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Kata dia fatwa MUI soal kehalalan Sinovac juga belum final dan   menunggu keputusan BPOM terkait keamanan, kualitas dan kemanjurannya.

Editor: Rony Sitanggang

(Redaksi KBR mengajak untuk bersama melawan virus covid-19. Selalu menerapkan protokol kesehatan dalam setiap kegiatan dengan 3M, yakni; Memakai Masker, Menjaga Jarak dan Mencuci Tangan dengan Sabun.)

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 7

Izin Keruk Harta Karun RI

Kabar Baru Jam 8

Mama 'AB': Mengikat Yang Tercerai

Gelar Konser Musik dan Seni Pertunjukan Offline. Apa Sudah Memungkinkan?