Vaksinasi Covid-19, BPOM: CoronaVac Tak Mengandung Bahan Berbahaya

"Berdasarkan hasil evaluasi mutu yang telah dilakukan, BPOM dapat memastikan bahwa vaksin ini tidak mengandung bahan-bahan berbahaya misalnya pengawet, boraks dan formalin,"

NASIONAL | RAGAM

Senin, 04 Jan 2021 20:02 WIB

Author

Resky Novianto

Vaksinasi Covid-19, BPOM: CoronaVac Tak Mengandung Bahan Berbahaya

Ilustrasi: Presiden Jokowi saat memantau simulasi Vaksin Covid-19 di Bogor, Jawa Barat. (Foto: Antara)

KBR, Jakarta- Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Lucia Rizka Andalusia, mengatakan, vaksin Covid-19 Sinovac tidak mengandung bahan berbahaya. Hal ini telah ditetapkan oleh BPOM berdasarkan beberapa evaluasi mutu produk vaksin asal Cina tersebut.

"Untuk menjamin mutu vaksin, BPOM telah melakukan evaluasi terhadap data mutu vaksin yang mencakup pengawasan mulai dari bahan baku, proses pembuatan hingga produk jadi vaksin sesuai dengan standar penilaian mutu vaksin yang berlaku secara internasional. Berdasarkan hasil evaluasi mutu yang telah dilakukan, BPOM dapat memastikan bahwa vaksin ini tidak mengandung bahan-bahan berbahaya misalnya pengawet, boraks dan formalin," ujar Lucia saat Konferensi Pers di Kanal YouTube Setpres RI, Senin (4/1/2021).

Lucia mengatakan BPOM terus memantau kualitas vaksin Covid-19 dari Sinovac. Hal tersebut salah satunya diketahui dengan mendatangi langsung ke sarana produksi vaksin CoronaVac di Cina beberapa waktu lalu.

Selain itu, BPOM juga memastikan mutu dari produk vaksin Covid-19 CoronaVac, sebanyak tiga juta dosis yang telah sampai di Tanah Air. Kata dia, caranya dengan melakukan sampling dan pengujian vaksin.

"Sejak kedatangan vaksin tersebut di Indonesia pada 6 Desember dan 31 Desember, BPOM memastikan mutu dan keamanan vaksin Covid-19 terjaga dengan melakukan sampling dan pengujian vaksin," pungkasnya.

Sebelumnya Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut vaksinasi Covid-19 akan dimulai pekan depan atau pertengahan Januari. Dia mengatakan, proses vaksinasi hanya tinggal menunggu pemutakhiran data-data vaksin dan izin penggunaan darurat dari Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM). 

Hal itu disampaikannya seusai rapat terbatas terkait penanganan Covid dan pemulihan ekonomi di Istana Negara, Jakarta, Senin (4/1/2021).

"Pemerintah akan segera memulai untuk melakukan vaksinasi, yang dijadwalkan sekitar pertengahan bulan atau minggu depan, dan ini tentu menunggu daripada emergency use authorization (EUA) daripada Badan POM dan juga terkait dengan kehalalan. Data-data akan digunakan mulai dari data Turki, data Bandung dan juga data-data yang diberikan secara scientific dari Brasil dan juga dari Sinovac itu sendiri," ujar Airlangga di Kanal YouTube Setpres RI, Senin (4/1/2021).

Editor: Rony Sitanggang

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 7

Mengenang Sosok Artidjo Alkostar

Kabar Baru Jam 7

Inisiatif Daur Pangan di Masa Pandemi

Mama 'AW': Menerobos Semak Berduri