covid-19

Tim Advokasi Ingatkan Kegagalan Listyo Ungkap Dalang Kasus Novel

Jika Listyo terpilih sebagai Kapolri ia harus menuntaskan kasus Novel

BERITA | NASIONAL

Rabu, 20 Jan 2021 13:00 WIB

Author

Heru Haetami

Tim Advokasi Ingatkan Kegagalan Listyo Ungkap Dalang Kasus Novel

Calon Kapolri Komjen Pol Listyo Sigit Prabowo mengikuti Uji Kelayakan dan Kepatutan Calon Kapolri di Ruang Komisi III, Jakarta (Galih Pradipta/Antara)

KBR, Jakarta- Pemilihan Listyo Sigit Prabowo sebagai calon tunggal Kapolri mendapat sorotan banyak pihak. Salah satunya tim advokasi Novel Baswedan. Koordinator LSM Komisi Untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) Fatia Maulidiyanti mengingatkan Listyo soal kegagalan mengungkap aktor intelektual pelaku kekerasan penyiraman air keras terhadap penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) itu. Kata Fatia, jika Listyo terpilih sebagai Kapolri, ia harus menuntaskan kasus Novel.

"Memastikan dan meminta sebenarnya menuntut kepada Kapolri baru untuk mengungkap kasus penyiraman air keras kepada Novel Baswedan hingga tuntas dan membuat tim independen untuk beberapa kasus penyerangan ini," kata Fatia kepada KBR, Rabu (20/1/2021).

Fatia Maulidiyanti meminta Komisi bidang Hukum di DPR menagih komitmen Listyo mengenai pengungkapan aktor intelektual penyiraman air keras terhadap Novel Baswedan dalam Uji Kepatutan dan Kelayakan yang digelar hari ini.

Sebab menurutnya, kegagalan mengungkapkan dalang penyerangan Novel merupakan tanggungjawab Listyo saat menjabat Kabareskrim Polri.

Komitmen itu diantaranya, membentuk tim khusus untuk menyelidiki ulang penyiraman air keras terhadap Novel Baswedan untuk melakukan pengungkapan aktor intelektual dibalik penyiraman air keras terhadap Novel Baswedan. Melakukan Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PDTH) terhadap Pelaku Eksekutor Penyerangan Novel Baswedan yakni Rahmat Mahulette dan Ronny Bugis dan melakukan pemeriksaan terhadap tim penyidik.

"Mulai dari Polsek Kelapa Gading, Polres Jakarta Utara dan Polda Metro Jaya, yang terindikasi melakukan penyalahgunaan proses (abuse of process) sebagaimana kesimpulan yang dinyatakan oleh Tim Pemantau Proses Hukum (TPPH) KOMNAS HAM," katanya.

Editor: Friska Kalia

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 7

Berkebun di Rumah, Solusi Pangan Bergizi Masa Kini

Kala Libur Diundur dan Cuti Bersama Dihapus

Kasus Covid-19 Turun Drastis, Apa Kata Pakar?

Jangan Jadi Candu