PUPR Sebut Perbaikan Dua Jembatan Di Kalsel Selesai Hari Ini

Jembatan sementara tersebut dibuat untuk menggantikan jembatan Mataraman dan Tanah Laut Tabanio yang putus, saat banjir

BERITA | NASIONAL

Kamis, 21 Jan 2021 12:57 WIB

Author

Dwi Reinjani

PUPR Sebut Perbaikan Dua Jembatan Di Kalsel Selesai Hari Ini

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono (kanan) mengikuti rapat kerja dengan Komisi V di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (21/1/2021). (Foto: Antara/Galih P)

KBR,Jakarta- Menteri Pembangunan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengatakan kementeriannya telah membangun dua jembatan bailey sementara di Kalimantan Selatan. Jembatan sementara tersebut dibuat untuk menggantikan jembatan Mataraman dan Tanah Laut Tabanio yang putus, saat banjir menerjang Kalimantan Selatan beberapa hari lalu.

“Kemudian penanganan sementara menggunakan plat baja. Jadi ada dua jembatan di Kalimantan Selatan, satu jembatan yang memutus trans Kalimantan di jembatan Mataraman dan jembatan di Tanah Laut Tabanio insya Allah pada pagi atau sore hari ini kedua jembatan itu dilaporkan sudah akan dapat dilalui dengan jembatan sementara bailey,” ujar Basuki, dalam RDP dengan DPR, Kamis (21/01/2021).

Sebelumnya Basuki mengatakan, kedua jembatan tersebut dikerjakan dalam waktu 3 hari, lantaran kedua jembatan merupakan akses utama jalan provinsi. Basuki juga menegaskan jembatan bailey bukanlah jembatan permanen, namun ini merupakan solusi sementara agar pergerakan lalu lintas bisa kembali normal pasca bencana.

Saat disinggung soal hunian sementara, Basuki memastikan Pemerintah tidak akan menyediakan hunian sementara (Huntara) seperti pada bencana-bencana sebelumnya. Namun pemerintah akan langsung memberi stimulus berupa bantuan dana agar masyarakat dapat membangun kembali rumah mereka sendiri.

“Perintah bapak presiden untuk masyarakat rumah yang terdampak seperti yang sebelumnya yang rusak berat akan diberi bantuan Stimulan 50 juta rupiah, sedang 25 juta rupiah dan ringan 10 juta rupiah melalui BNPB. Jadi dalam bencana gempa ini tidak akan dibangun Hunian Sementara (Huntara) tapi langsung diberikan stimulan untuk membangun sendiri, kemudian untuk bangunan-bangunan pemerintah ditugaskan kepada kementerian PUPR untuk segera membangun kembali,” ujar Basuki

Sementara ini menurut Basuki, kementeriannya tengah melakukan audit terhadap kerusakan infrastruktur, fasilitas publik dan rumah hunian masyarakat, untuk mengetahui berapa banyak dana penggantian yang harus disiapkan pemerintah. PUPR juga membantu menyediakan fasilitas sanitasi dan air bersih di pengungsian. Bantuan tersebut berupa 4 unit mobil tangki air bersih, 30 unit mobil hidran umum, 7 unit toilet portable, 4 unit mobil toilet dan 2 unit mobil tinja.

Sebelumnya gempa dengan magnitudo di atas 6 ini telah menewaskan 81 orang dan ratusan lainnya mengalami luka ringan hingga berat, serta mengakibatkan 1.100 lebih rumah rusak.

Editor: Friska Kalia

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 7

Jurus Investasi Reksadana Antitekor

Kiat Asyik Tegakkan Prokes saat Rayakan Hari Raya

Kabar Baru Jam 7

Upaya Mencegah Penyebaran Covid-19 Klaster Idulfitri