Pemerintah Targetkan Kemiskinan Ekstrem 2024 Nol Persen

Ada dua hal yang perlu didorong untuk menghilangkan kemiskinan, yakni pembenahan sistem perlindungan sosial dan jaminan sosial.

BERITA | NASIONAL

Selasa, 05 Jan 2021 13:40 WIB

Author

Resky Novianto

Pemerintah Targetkan Kemiskinan Ekstrem 2024 Nol Persen

Ilustrasi seorang ibu duduk di depan rumah bambu (sumber: Kemenag.go.id)

KBR, Jakarta - Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional sekaligus Kepala Bappenas Suharso Monoarfa menyebut Presiden Joko Widodo menginginkan kemiskinan ekstrem atau extreme poverty mencapai nol persen pada 2024.

Menurutnya, ada dua hal yang perlu didorong untuk mencapai tujuan tersebut, yakni pembenahan sistem perlindungan sosial dan jaminan sosial. Hal itu disampaikannya usai rapat terbatas di Istana Negara, Jakarta, hari ini.

"Tingkat kemiskinan kita ingin turunkan terutama pada level yang paling bawah yaitu extreme poverty. Extreme poverty kita itu sekitar 2,5 sampai 3 persen dan tadi diarahkan oleh Bapak Presiden sampai dengan pada tahun 2024 diharapkan itu bisa menjadi 0 persen," ujar Suharso di Kanal YouTube Setpres RI, Selasa (5/1/2021).

Suharso mengatakan untuk merealisasikan target itu, Jokowi meminta agar Kementerian memfokuskan program-program bantuan sosial sedemikian rupa dengan sasaran-sasaran.

Kata dia, sasaran yang masuk dalam kelompok rentan dan miskin kronis harus tepat, sehingga dengan demikian penurunan kemiskinan akan kita bisa capai.

Saat ini, jumlah penduduk miskin, termasuk kategori sangat miskin, masih sekitar 24,79 juta orang atau 9,22 persen dari total populasi di tanah air.


Editor: Ardhi Rosyadi

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 7

Jurus Investasi Reksadana Antitekor

Kiat Asyik Tegakkan Prokes saat Rayakan Hari Raya

Kabar Baru Jam 7

Upaya Mencegah Penyebaran Covid-19 Klaster Idulfitri