Pantau Bantuan Korban Banjir, Presiden Jokowi Kunjungi Kalimantan Selatan

"Memastikan bantuan kemanusiaan sampai tepat waktu, memperhatikan kebutuhan-kebutuhan apa saja yang dibutuhkan warga.”

NASIONAL

Senin, 18 Jan 2021 10:01 WIB

Author

Dwi Reinjani

Pantau Bantuan Korban Banjir, Presiden Jokowi Kunjungi Kalimantan Selatan

Relawan membantu evakuasi warga yang terdampak banjir di Desa Kampung Melayu, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, Jumat (15/1/2021). (Antara/Bayu Pratama)

KBR, Jakarta-  Presiden Joko Widodo hari (Senin, 18/01/21) ini  bertolak ke Kalimantan Selatan, dalam rangka meninjau bencana banjir di wilayah tersebut. Menurut Kepala Sekretariat Presiden, Heru Budi Hartono, keberangkatan presiden ke Kalimantan Selatan untuk memastikan upaya-upaya penanganan yang lebih cepat dan signifikan.

“Iya betul akan take off, dan akan fokus melihat sarana yang terdampak apa saja agar PU bisa segera tindak lanjut. Memastikan bantuan kemanusiaan sampai tepat waktu, memperhatikan kebutuhan-kebutuhan apa saja yang dibutuhkan warga.” ujar Heru, dalam keterangan melalui pesan singkat kepada wartawan, Senin (18/01/2021).

Menurut Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), banjir Kalimantan Selatan menerjang 10 kabupaten kota dan menewaskan setidaknya 15 orang dan membuat 39 ribu lebih warga mengungsi. 

Sampai saat ini pihak BNPB, Kepolisian dan TNI masih melakukan upaya-upaya evakuasi kepada masyarakat dan melakukan pendataan terkait bencana.

Sebelumnya  BNPB menyerahkan bantuan berupa Dana Siap Pakai (DSP) senilai 3,5 miliar untuk penanganan banjir di Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel). Situs BNPB menulis bantuan DSP diberikan untuk lima kabupaten yang terdampak banjir paling parah, meliputi Kabupaten Banjar, Kabupaten Tanah Laut, Kabupaten Barito Kuala, Kabupaten Hulu Sungai Tengah dan Kabupaten Balangan.

Dalam sambutannya, Gubernur Kalsel Sahbirin Noor mengatakan bahwa dengan dukungan dari Pemerintah Pusat melalui BNPB tersebut sekaligus menjadi penyemangat bagi Pemerintah Provinsi hingga Kabupaten/Kota untuk lebih maksimal dalam percepatan penanganan bencana.

“Ini memberikan semangat daya dorong bagi kita dalam menghadapi musibah banjir yang melanda kita,” ujar Sahbirin dalam ‘Rapat Koordinasi Penanganan Banjir di Wilayah Kalimantan Selatan’ di Gedung Mahligai Pancasila, Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Minggu (17/1).

Gubernur Kalimantan Selatan Sahbirin Noor telah menetapkan status siaga darurat menjadi tanggap darurat. Keputusan itu diambil mengingat musibah banjir yang terjadi semakin meluas di beberapa daerah di Provinsi Kalimantan Selatan.

Kepala BNPB Doni Monardo dalam kesempatan yang sama mengatakan, Pemerintah Pusat melalui BNPB juga akan memberikan bantuan berupa dana stimulan untuk rumah warga yang mengalami kerusakan akibat terdampak banjir.

Adapun besaran dana stimulan tersebut adalah 50 juta rupiah untuk rumah Rusak Berat (RB), 25 juta rupiah untuk rumah Rusak Sedang (RS) dan 10 juta rupiah untuk rumah Rusak Ringan (RR).

“Kami sesuai arahan dari bapak Presiden akan memberikan bantuan kepada masyarakat yang mengalami kerusakan rumah, baik itu rusak berat, rusak sedang maupun rusak ringan,” jelas Doni.

Lebih lanjut Doni meminta agar pemangku kebijakan di daerah segera melakukan pendataan secara akurat guna percepatan proses penyaluran dana stimulan, sehingga masyarakat yang terdampak dapat segera bangkit.

Editor: Rony Sitanggang

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 7

Jurus Investasi Reksadana Antitekor

Kiat Asyik Tegakkan Prokes saat Rayakan Hari Raya

Kabar Baru Jam 7

Upaya Mencegah Penyebaran Covid-19 Klaster Idulfitri