covid-19

Komnas HAM akan Sampaikan Langsung Laporan Penembakan FPI ke Presiden

Komnas HAM merekomendasikan kasus ini harus dilanjutkan ke penegakan hukum dengan mekanisme pengadilan pidana.

BERITA | NASIONAL

Selasa, 12 Jan 2021 16:02 WIB

Komnas HAM akan Sampaikan Langsung Laporan Penembakan FPI ke Presiden

Ilustrasi Pistol

KBR, Jakarta - Komnas HAM bakal menyampaikan langsung laporan penyelidikan tewasnya enam anggota Front Pembela Islam (FPI) ke Presiden Joko Widodo.

Melalui keterangan tertulis kepada KBR, Komisioner Komnas HAM Beka Ulung Hapsara mengatakan, lembaganya masih menunggu jadwal untuk bertemu dengan Jokowi.

Kata Beka, setelah pertemuan itu, Komnas HAM akan menyampaikan laporan penyelidikan secara resmi kepada kepolisian.

"Kami akan sampaikan juga ke Polri. Hanya waktunya saat ini kami menunggu jadwal ketemu Presiden terlebih dahulu," kata Beka kepada KBR, Selasa (12/1/2021) sore.

Sementara itu, Mabes Polri menyatakan bakal menindaklanjuti temuan Komnas HAM tersebut. Terutama terkait dugaan pelanggaran HAM yang dilakukan polisi dalam penembakan empat anggota FPI.

Juru bicara Mabes Polri Ahmad Ramadhan mengatakan, kepolisian akan memulai pendalaman terkait temuan itu usai mendapat surat resmi dari Komnas HAM.

"Hal ini tentunya masih kita dalami dan terus akan kita pelajari. Selanjutnya kita masih menunggu surat dari Komnas HAM. Jadi surat dari Komnas HAM belum kami terima sampai saat ini," kata Ramadhan dalam konferensi pers di Mabes Polri, Selasa (12/1/2021).

Hasil penyelidikan Komnas HAM salah satunya menyimpulkan bahwa tewasnya empat orang Laskar FPI merupakan kategori dari pelanggaran HAM. Empat orang itu tewas ditembak polisi usai ditangkap di Jalan Tol Jakarta-Cikampek Km 50, 7 Desember tahun lalu.

Komnas HAM merekomendasikan kasus ini harus dilanjutkan ke penegakan hukum dengan mekanisme pengadilan pidana. Mekanisme itu perlu dilakukan guna mendapatkan kebenaran materiil lebih lengkap dan menegakkan keadilan.

Editor: Ardhi Rosyadi

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 7

Siapkan Pembelajaran Tatap Muka Digelar?

Kabar Baru Jam 8

Wisata Sehat di Tengah Pandemi

Desa Wisata Tak Kehilangan Pesona