Jokowi Lantik Dewan Pengawas Lembaga Pengelola Investasi

5 anggota tersebut terdiri dari unsur profesional dan pemerintahan

BERITA | NASIONAL

Rabu, 27 Jan 2021 12:48 WIB

Author

Dwi Reinjani, Resky Novianto

Jokowi Lantik Dewan Pengawas Lembaga Pengelola Investasi

Menteri BUMN Erick Thohir dan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati usai pertemuan membahas pembentukan Dewan Pengawas LPI, Rabu (20/1/2021). (Antara/Dhemas R)

KBR,Jakarta- Presiden, Joko Widodo melantik dan mengambil sumpah 5 dewan pengawas Lembaga Pengelola Investasi (LPI) hari ini. Sebelumnya ke lima nama tersebut telah disetujui DPR untuk menjalankan tugasnya. 5 anggota tersebut adalah Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati dan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir. Ketiga anggota lainnya berasal dari unsur profesional yakni Darwin Cyril Noerhadi, Yozua Makes dan Haryanto Sahari.

“Sebelum saya mengambil sumpah janji berkenaan dengan pengangkatan saudara-saudara dalam keanggotaan dewan pengawas lembaga pengelola investasi, terlebih dahulu saya akan bertanya pada saudara-saudara, bersediakah saudara-saudara untuk diambil sumpah janji menurut agamanya masing-masing? Bersedia. Apa bila demikian harap mengikuti dan mengulangi kata-kata saya, bagi saudara-saudara yang beragama Islam ,demi Allah saya bersumpah. demi Allah saya bersumpah.” Ujar Jokowi saat mengambil sumpah jabatan, di istana presiden, Rabu (27/01/2021).

Profil ketiga anggota dewas LPI dari unsur profesional adalah Darwis Cyril yang menjabat sebagai Direktur Utama Bursa Efek Jakarta, Direktur Utama PT KDEI dan Executive Director Danareksa. Sedangkan Yozua Makes merupakan pengacara dibidang finance sekaligus pengusaha di bidang perhotelan dengan brand Plataran. Dan Haryanto adalah Komisaris Independen Bank Permata, serta masih menjadi anggota komite audit Universitas Indonesia dan PT Unilever.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memastikan pembentukan Lembaga Pengelola Investasi (LPI) atau Sovereign Wealth Fund (SWF). Lembaga baru ini diproyeksikan akan menjadi alternatif pembiayaan pembangunan infrastruktur di Indonesia. Jokowi mengatakan LPI akan menyangga keuangan perusahaan BUMN yang bergerak di sektor infrastruktur dan energi.

"Di awal 2021 juga kita akan meluncurkan SWF, Sovereign Wealth Fund yang bernama INA (Indonesia Investment Authority) yang merupakan sumber pembiayaan pembangunan yang baru yang tidak berbasis pinjaman tetapi dalam bentuk penyertaan modal atau ekuitas. Dan ini akan menyehatkan ekonomi kita, menyehatkan BUMN kita terutama di sektor infrastruktur dan energi," ujar Jokowi di Kanal YouTube Setpres RI, Selasa (22/12/2020).

Presiden Jokowi mengungkapkan, saat ini beberapa negara telah memperlihatkan ketertarikannya. Negara seperti Amerika Serikat, Jepang, Uni Emirat Arab, Saudi Arabia, hingga Kanada masuk di dalamnya. Jokowi menegaskan bahwa dalam situasi pandemi, seluruh pihak harus mampu bergerak cepat, salah satunya dengan memperkuat kerja sama dan sinergi. Jokowi optimis ekonomi akan segera bangkit dan pulih kembali seperti sedia kala.

Editor: Friska Kalia

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 7

Jurus Investasi Reksadana Antitekor

Kiat Asyik Tegakkan Prokes saat Rayakan Hari Raya

Kabar Baru Jam 7

Upaya Mencegah Penyebaran Covid-19 Klaster Idulfitri