Jokowi: Inovasi Adalah Kata Kunci di Perguruan Tinggi

Presiden Joko Widodo memuji Universitas Brawijaya sebagai perguruan tinggi negeri (PTN) yang mampu mengajukan 132 paten selama pandemi Covid-19.

BERITA | NASIONAL

Selasa, 05 Jan 2021 14:22 WIB

Author

Resky Novianto

Jokowi: Inovasi Adalah Kata Kunci di Perguruan Tinggi

Presiden Joko Widodo menyampaikan sambutan secara virtual. (Foto: ANTARA/Biro Pers Setpres)

KBR, Jakarta - Presiden Joko Widodo memuji Universitas Brawijaya sebagai perguruan tinggi negeri (PTN) yang mampu mengajukan 132 paten selama pandemi Covid-19.

Jokowi mengatakan jumlah tersebut merupakan terbanyak di Indonesia dalam kategori universitas.

Hal itu disampaikan dalam acara dies natalis ke-58 Unibraw yang disiarkan secara daring di kanal YouTube.

"Saya memperoleh laporan bahwa selama pandemi Covid19 ini total paten yang diajukan oleh para inventor Unibraw sebanyak 132 paten. Tertinggi di Indonesia dalam kategori Universitas. Namun saya berharap, kita tidak berhenti pada jumlah paten. Dan harus dilanjutkan dengan jalinan kerja sama untuk memperkuat hilirisasi hasil-hasil riset dan inovasi itu, melalui kolaborasi antara universitas dengan dunia industri. Untuk kemajuan bangsa," ujar Jokowi di Kanal YouTube UBTV, Selasa (5/1/2021).

Jokowi berpesan mengenai pentingnya membangun karakter di lingkungan pendidikan tinggi. Jokowi berharap sivitas akademika UB berintegrasi, memegang teguh nilai Pancasila, serta memiliki sikap antikorupsi.

Menurutnya, Indonesia membutuhkan IPTEK unggul produk Unibraw, untuk membantu meningkatkan kesejahteraan rakyat. .

"Sivitas academika Unibraw, saya yakin bahwa pendidikan tinggi adalah organisasi yang paling sempurna sebagai rujukan reformasi. Inovasi adalah kata kunci. Oleh sebab itu, jangan lagi terjebak dalam rutinitas. Cara-cara baru harus kita kembangkan. Keinginan mahasiswa dan dosen untuk berinovasi harus terus ditumbuhkan, harus difasilitasi dan dikembangkan," pungkasnya.

Editor: Agus Luqman

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 7

Inisiatif Daur Pangan di Masa Pandemi

Mama 'AW': Menerobos Semak Berduri

Kabar Baru Jam 7

Izin Keruk Harta Karun RI