covid-19

Hilang Kontak, Sriwijaya Air SJY-182 Angkut 62 Orang

"Total penumpang 50 orang, bersama 12 kru yang terdiri dari 43 dewasa, 7 anak-anak, 3 bayi," ujar Menhub dalam konferensi pers di Bandara Soekarno Hatta, Sabtu (9/1/2021).

BERITA | NASIONAL

Sabtu, 09 Jan 2021 20:39 WIB

Author

Ardhi Rosyadi

Hilang Kontak, Sriwijaya Air SJY-182 Angkut 62 Orang

KBR, Jakarta - Sriwijaya Air SJY-182 yang hilang kontak pada Sabtu (9/1) siang mengangkut total 62 orang, terdiri dari 50 penumpang dan 12 kru. 

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menjelaskan puluhan penumpang tersebut terdiri dari 40 dewasa, 7 anak-anak dan 3 bayi.

"Total penumpang 50 orang, bersama 12 kru yang terdiri dari 43 dewasa, 7 anak-anak, 3 bayi," ujar Menhub dalam konferensi pers di Bandara Soekarno Hatta, Sabtu (9/1/2021) malam. 

Dalam kesempatan tersebut, Budi juga menjelaskan kronologi dan riwayat penerbangan pesawat. SJY 182, jelas Budi, take off pada pukul 14.36 WIB. Pesawat sempat diberikan izin untuk naik ke ketinggian 29 ribu kaki dengan mengikuti standar.

"Pukul 14.40 dalam hitungan second, target SJY182 hilang dari radar," ungkap Budi.

Pesawat Sriwijaya Air SJY-182 yang sempat hilang kontak, Sabtu (9/1) dipastikan jatuh di Kepulauan Seribu, Jakarta Utara. 

Lokasi jatuh diperkirakan di antara Pulau Lancang dan Pulau Laki di wilayah Kepulauan Seribu.

TNI AU telah menyiagakan helikopter dan pesawat fix wing untuk mendukung operasi pencarian dan pertolongan (Search and Rescue - SAR).

"Helikoter Super Puma NAS-332 Skadron Udara 6 dan EC-725 Caracal Skadron Udara 8 Lanud Atang Sendjaja Bogor serta personel SAR dari Korpaskhas telah disiagakan," ujar Juru Bicara TNI Indan Gilang B dalam keterangan pers yang diterima KBR di Jakarta, Sabtu (9/1/2021).

Selain helikopter, TNI AU juga menyiapkan pesawat fix wing Boeing 737 Intai Maritim Skadron Udara 5 Lanud Sultan Hasanudin Makassar dan CN-295 Skadron Udara 2 aLanud Halim Perdanakusuma Jakarta.


Editor: Agus Luqman 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 7

Berkebun di Rumah, Solusi Pangan Bergizi Masa Kini

Kala Libur Diundur dan Cuti Bersama Dihapus

Kasus Covid-19 Turun Drastis, Apa Kata Pakar?

Jangan Jadi Candu