covid-19

Harga Kedelai Melonjak, Perajin Tempe di Cilacap Perkecil Ukuran

Kenaikan harga kedelai ini membuat banyak perajin tempe yang menghentikan produksi. Pasalnya, sulit untuk mendapatkan laba dari harga kedelai yang tinggi itu.

BERITA | NASIONAL

Sabtu, 09 Jan 2021 07:08 WIB

Harga Kedelai Melonjak, Perajin Tempe di Cilacap Perkecil Ukuran

Ilustrasi Kedelai

KBR, Cilacap – Perajin tempe di Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah terpaksa memperkecil ukuran tempe imbas dari langkanya kedelai di pasaran. Selain langka, harga kedelai juga melonjak tinggi.

Seorang perajin tempe di Desa Sidamulya, Kecamatan Sidareja, Kabupaten Cilacap, Tohariyun mengatakan saat ini harga kedelai impor mencapai Rp9.200 per kilogram. Padahal, dalam kondisi normal kedelai hanya Rp6.500 hingga Rp6.700 per kilogram.

Menurut dia kenaikan harga kedelai ini membuat banyak perajin tempe yang menghentikan produksi. Pasalnya, sulit untuk mendapatkan laba dari harga kedelai yang tinggi itu.

Dia terpaksa memperkecil ukuran tempe demi mempertahankan produksi. Dalam kondisi harga normal, tiap hari, Tohariyun memproduksi tempe dengan bahan baku sekitar 100 kilogram kedelai. Akan tetapi, kini produksinya dikurangi hanya 80-90 kilogram untuk jumlah kemasan yang sama.

“Sekarang dikeclkan, kemudian dinaikkan juga tidak mau sih. Agak berat lah, untuk perajin tahu tempe. Sebelumnya harganya Rp6.700 per kilogram, sekarang Rp9.200. Ya hanya pas-pasan saja untuk bayar karyawan dan biaya operasional ini, seperti gas, kayu, daun pisang, plastik. Pas-pasan saja. Sudah terlalu kecil sih, contohnya ini nih,” kata Tohariyun.

Tohariyun mengaku tak bisa menaikkan harga tempe setelah memperkecil ukuran. Sebab, pelanggan dipastikan akan berpindah ke pemasok atau perajin tempe lainnya.

Akibatnya, ia mengaku nyaris tak untung. Terpenting ia bisa mempertahankan pelanggan dan menggaji tujuh karyawannya.

Harga Turun di Sejumlah Daerah

Penjabat (Pj) Bupati Sidoarjo Hudiyono mengungkapkan, harga kedelai turun dari Rp 9.500 per Kilogram (Kg) kini menjadi Rp 8.500 per/kg.

Harga tersebut didapat setelah dirinya mendapatkan laporan dari Dinas perindustrian dan perdagangan kabupaten Sidoarjo.

Dilansir dari Antara.com Hudiyono menjelaskan, turunnya harga kedelai ini bisa terjadi karena sudah ada kesepakatan antara importir dengan produsen tahu dan tempe yang tergabung dalam (Gakoptindo) gabungan koperasi produsen tahu tempe Indonesia.

Melalui Surat Edaran (SE) kementerian pertanian harga kedelai dari importir disepakati dijual ke Gakoptindo 8.500/kg. Upaya yang dilakukan pemerintah pusat melalui kementerian pertanian ini sebagai langkah darurat untuk melakukan stabilisasi harga kedelai.


Editor: Ardhi Rosyadi

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7

Semai Toleransi ala Anak Muda Bandung