DPR: Selain Pandemi, Waspada Juga Bencana Alam Awal Tahun

"Kita harus memprioritaskan pada upaya mitigasi bencana untuk meningkatkan multi-hazard early warning system dan meningkatkan fungsi pengawasan. Juga hambatan lemahnya koordinasi."

BERITA | NASIONAL

Kamis, 14 Jan 2021 13:39 WIB

Author

Heru Haetami

DPR: Selain Pandemi, Waspada Juga Bencana Alam Awal Tahun

Foto udara bencana longsor di Cimanggung, Sumedang, Jawa Barat, Selasa (12/1/2021). (Foto: ANTARA/Raisan Al Farisi)

KBR, Jakarta - Komisi bidang Sosial di DPR mengingatkan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo untuk tetap menjalankan tugas penanggulangan bencana alam selain pengendalian wabah corona.

Hal itu disampaikan Wakil Ketua Komisi bidang Sosial DPR Ace Hasan Syadzily dalam rapat kerja dengan Kepala BNPB Doni Monardo, Kamis (14/1/2021).

Ace menyebutkan sejak awal 2021 ini tercatat ada sejumlah kejadian bencana alam. Di antaranya 75 kejadian banjir, 17 kasus tanah longsor, 11 kasus puting beliung, dan gelombang panas dan abrasi masing-masing satu kasus.

"Ini menunjukkan kepada kita bahwa kita harus memprioritaskan pada upaya mitigasi bencana untuk meningkatkan multi-hazard early warning system dan meningkatkan fungsi pengawasan. Juga mengatasi hambatan lemahnya koordinasi dengan Kementerian serta lembaga dan pemerintah daerah," kata Ace dalam rapat di DPR.

Ace Hasan Syadzily mengatakan kejadian bencana tersebut telah menimbulkan korban meninggal dunia sebanyak 23 orang.

Selain itu ada warga yang masih hilang akibat longsor yang terjadi di Sumedang sebanyak 24 orang dan yang saat ini tercatat masih berada di pengungsian sebanyak 258.819 orang dari seluruh bencana yang ada di Indonesia

"Oleh karena itu sekali lagi kami meminta kepada BNPB untuk tetap menjalankan tugas pokok dan fungsinya di dalam upaya penanggulangan bencana di Indonesia," kata Ace.

Editor: Agus Luqman

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Utang Negara Kian Meningkat

Kabar Baru Jam 7

Peran UMKM Pangan dalam Pemberdayaan Ekonomi Gambut

Kabar Baru Jam 8

Desakan Memberantas Intoleransi di Sekolah