Bagikan:

Berbagi Asa Lewat Donor Plasma Konvalesen bagi Pasien Covid-19

"Itu saya sampai merinding. Sampe update yang terakhirnya dia bilang sudah enggak di ICU lagi. Wah itu saya sangat bersyukur lagi dan menguatkan saya untuk bisa menolong orang."

NASIONAL | RAGAM

Minggu, 31 Jan 2021 01:24 WIB

Berbagi Asa Lewat Donor Plasma Konvalesen bagi Pasien Covid-19

Ilustrasi: Pengambilan plasma konvalesen dari pasien sembuh covid-19 sembuh di UDD PMI Banyumas, Jateng, Senin (07/12/20). (Antara/Idhad Zakaria)

KBR, Jakarta-  Jumlah pasien Covid-19 di tanah air masih meningkat tiap harinya. Banyak dari pasien Covid-19 yang membutuhkan donor plasma konvalesen. Terapi dilakukan dengan memberikan plasma atau bagian darah mengandung antibodi dari orang yang sudah sembuh dari Covid-19 kepada pasien yang masih sakit. Namun jumlah pendonor masih minim. 

Itu sebab organisasi kemanusiaan Palang Merah Indonesia PMI terus mengkampanyekan gerakan donor plasma konvalesen untuk membantu perawatan pasien positif COVID-19. Ketua Umum PMI Jusuf Kalla mengatakan kebutuhan plasma konvalesen sangat banyak, sedangkan ketersediaan plasma dan pendonor masih rendah.

"Jadi para pendonor jangan khawatir, bahwa ini selalu diteliti oleh Eijkmen, bahwa tingkat keberhasilan juga diteliti secara terus menerus, jadi PMI secara resmi mengadakan MoU kerjasama untuk penelitian ini. Ini masih sangat kurang, dibanding dengan kebutuhan. Tiap hari di seluruh Indonesia permintaan kurang lebih 200, yang bisa kita penuhi hanya 40 atau 50 per hari. Karena itulah dibutuhkan pendonor 5 kali lipat, baru kita bisa memenuhi kebutuhan masyarakat, dan mengurangi tingkat kematian daripada penyakit ini." Ujar dia.

Ketua Umum PMI Jusuf Kalla terus merayu agar orang-orang yang sudah sembuh dari COVID-19 bersedia menjadi relawan donor plasma untuk membantu pasien yang masih dirawat. Total pasien sembuh hingga Sabtu (30/01) mencapai 862.502.

Banyak kalangan, terutama tenaga medis, yang meyakini plasma konvalesen bisa menolong pasien COVID-19. Ini dijelaskan inisiator terapi plasma konvalesen di Indonesia, Dokter Theresia Monica Rahardjo.

"Berdasarkan jurnal jurnal dan artikel artikel yang diterbitkan dari penelitian internasionaal disebutkan bahwa salah satunya dapat menurunkan angka kematian kurang lebih 57persen. Sedangkan jurnal artikel terakhir NEDF neo england jurnal medicine menyebutkan bahwa pemberian plasma dengan antibodi yang tinggi dapat menghambat atau mencegah perburukan penyakit," ujar dia.

Dokter Monica mengakui di sejumlah rumah sakit daerah masih belum punya sarana prasarana untuk terapi plasma konvalesen. Namun hal itu mestinya bisa diatasi dengan perbaikan distribusi. Misalnya dengan melibatkan Badan Nasional Penanggulangan Bencana BNPB untuk memfasilitasi kemudahan disribusi plasma konvalesen ke daerah.

Tingginya kebutuhan plasma konvalesen mengetuk nurani para santri di Jawa Tengah, yang sudah dinyatakan sembuh dari COVID-19. Pengasuh Pondok Pesantren Cigaru, Cilacap, Kiai Haji Mazin Al Hajar mengatakan di pesantrennya ada 100 lebih santri dan warga pesantren yang siap mendonorkan darahnya. Mereka adalah penyintas yang sebelumnya dinyatakan positif Covid-19

“Itu karena demi kemanusiaan. Nanti anak-anak saya siapkan. Insyaallah siap, jika ada yang membutuhkan, terutama untuk ulama kita yang terkena (Covid-19), dan untuk yang membutuhkan plasma. Yang kemarin, berjumlah 108 santri, yang kategori usia sekitar 20 tahun,” kata Mazin al Hajar, Kamis malam (28/1/2021).

Pengasuh Pondok Pesantren Cigaru Cilacap, Kiai Haji Mazin al Hajar menjelaskan, sebelumnya Ponpes Cigaru sempat lockdown setelah seratusan lebih santri terpapar Covid-19. Selama penutupan itu, masyarakat dan pemerintah banyak membantu pesantren. Misalnya, dalam penyediaan makanan untuk santri, obat-obatan, dan masker. Karena itu, setelah para santri lepas dari virus korona, mereka ganti yang menyumbangkan plasma darah konvalesen ke masyarakat.

Pengalaman mendonorkan plasma konvalesen diceritakan seorang penyintas Covid-19 Johan Tamin. Ia menceritakan kebahagiaannya bisa membantu pasien Covid-19 dengan donor plasmanya.

"Yang bersangkutan ngasih update terima kasih sudah diterima. Sejak menerima plasma konvalesen itu kondisinya membaik. Itu saya sampai merinding. Sampe update yang terakhirnya dia bilang sudah enggak di ICU lagi. Wah itu saya sangat bersyukur lagi dan menguatkan saya untuk bisa menolong orang," ujar dia.

Johan mengajak penyintas Covid-19 untuk mengikuti jejaknya melakukan donor plasma konvalesen. Hal ini kata dia untuk membantu sesama manusia.

"Saya mengajak kepada para penyintas agar memanfaatkan plasma kita semuanya untuk membantu saudara saudara kita. Karena percayalah ketika kita membantu dan orang yang kita bantu bisa survive kemudian sembuh itu sangat luar biasa kepuasan batin kita. Jadi jangan menyia-nyiakan kesempatan tiga bulan sejak kita sudah sembuh negatif dari covid. Satu hal yang sangat bahagia sekali dan baik untuk kitanya." Pungkasnya.

Editor: Rony Sitanggang


(Redaksi KBR mengajak untuk bersama melawan virus covid-19. Selalu menerapkan protokol kesehatan dalam setiap kegiatan dengan 3M, yakni; Memakai Masker, Menjaga Jarak dan Mencuci Tangan dengan Sabun.)

 

Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7

Jalan Berliku Warga Ibu Kota Dapatkan Udara Bersih