Banjir Kalimantan, Walhi: Presiden Harus Berani Panggil Perusahaan Tambang

Kisworo juga menyayangkan pernyataan presiden yang menyebut banjir di Tanah Borneo ini berasal dari curah hujan yang tinggi.

BERITA | NASIONAL

Selasa, 19 Jan 2021 09:53 WIB

Author

Astri Septiani

Banjir Kalimantan, Walhi: Presiden Harus Berani Panggil Perusahaan Tambang

Korps Marinir TNI AL Pasmar 1 Jakarta menggunakan perahu karet di Desa Pekauman Ulu, Kabupaten Banjar, Kalsel, Sabtu (16/1/2021). ANTARA/ Bayu Pratama.

KBR, Jakarta - Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) mendesak Presiden Joko Widodo memanggil perusahaan yang memiliki izin usaha pada wilayah hutan dan lahan di Kalimantan Selatan. Perusahaan tersebut di antaranya perusahaan tambang dan sawit.

Direktur Eksekutif Walhi Kalimantan Selatan Kisworo Dwi Cahyono menduga korporasi menjadi penyebab kerusakan hutan yang berakibat pada banjir ini.

Kisworo juga menyayangkan pernyataan presiden yang menyebut banjir di Tanah Borneo ini berasal dari curah hujan yang tinggi.

"Pak Jokowi kalau ke Kalsel tadi hanya sakadar menyalahkan hujan dan sungai mending gak usah ke Kalsel pak. Seharusnya bapak ke kalsel ini hadir dan kuat. Selain memastikan penanganan korban dan menjamin keselamatan rakyat. Selain itu bapak mestinya berani memanggil pemilik perusahaan2 Tambang, Sawit, HTI, HPH," kata Kisworo kepada KBR (18/01/21).

Ia meminta presiden berdialog secara terbuka di hadapan masyarakat dengan perusahaan. Sementara itu, Menurut catatan Walhi, 50 persen dari luas Kalimantan Selatan sudah dibebani oleh izin tambang.

Kemudian 33 persen oleh izin perkebunan sawit dan 17 persen untuk Hak Pengusahaan Hutan (HPH) dan Hak Tanaman Industri (HTI).

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) melakukan peninjauan lokasi terdampak bencana banjir Kalsel, tepatnya di Kelurahan Pekauman, Kecamatan Martapura Timur, Kabupaten Banjar pada Senin, 18 Januari 2021.

Usai peninjauan, Jokowi mengatakan banjir seperti ini sudah lama tak terjadi di sana. Menurutnya tingginya curah hujan, terjadi hampir selama 10 hari berturut-turut, yang menyebabkan banjir Kalsel.

Ia juga menyebut, daya tampung Sungai Barito yang biasanya menampung 230 juta meter kubik meluap, hingga air sebanyak 2,1 miliar kubik membanjiri 10 kabupaten dan kota di Kalimantan Selatan.

"Hari ini saya meninjau banjir ke Provinsi Kalimantan Selatan yang terjadi di hampir 10 kabupaten dan kota. Ini adalah sebuah banjir besar yang mungkin sudah lebih dari 50 tahun tidak terjadi di provinsi Kalimantan Selatan," kata Jokowi Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, Senin (18/01).


Editor: Ardhi Rosyadi

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 7

Kabar Baru Jam 8

Melimpah Limbah Medis

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 11