Antisipasi Kasus Covid Meningkat, IDI Pertimbangkan Percepat Izin Nakes

"Sebagian akan memerlukan perawatan di rumah sakit dan perlu tambahan Faskes dan perlu tambahan Nakes. Itu yang sedang dipikirkan,"

NASIONAL | RAGAM

Selasa, 12 Jan 2021 13:51 WIB

Author

Sadida Hafsyah

Antisipasi Kasus Covid Meningkat, IDI Pertimbangkan Percepat Izin Nakes

Ilustrasi (foto: Antara)

KBR, Jakarta-  Ikatan Dokter Indonesia (IDI) tengah mempertimbangkan untuk mempercepat pemberian izin berupa Surat Penugasan (SP) pada Tenaga Kesehatan (Nakes) yang belum berkontribusi menangani pandemi Covid-19. Menurut  Ketua Satgas Covid-19 PB IDI Zubairi Djoerban,  penambahan relawan Nakes diperlukan untuk mangantisipasi lonjakan kasus Covid-19 pasca liburan Natal dan Tahun Baru (Nataru).

"Iya mengenai Nakes sebetulnya kita dulu kan sudah punya pengalaman kira-kira satu dua bulan yang lalu pada waktu DKI, dan juga Surabaya, dan tempat-tempat lain juga kehabisan tempat tidur Covid-19 dan juga Nakesnya. Sehingga ternyata bisa merekrut Nakes yang sedang bekerja di luar Rumah Sakit untuk menjadi relawan. Sekarang ini kan kita berarti nambah, sehingga akan terjadi ya besok ya seminggu lagi, akan menambah terus jumlah orang dengan Covid-19. Kemudian sebagian akan memerlukan perawatan di rumah sakit dan perlu tambahan Faskes dan perlu tambahan Nakes. Itu yang sedang dipikirkan," jelas Zubairi saat dihubungi KBR, Selasa (12/01/21).

Kata dia saat ini ada ribuan dokter yang belum mendapat Surat Penugasan tersebut.

"Kemudian untuk jangka pendeknya itu adalah bagaimana memberikan izin, ada sekitar tiga ribu hingga empat  ribu dokter yang saat ini yang belum mendapat SP. Tinggal diberikan izin khusus. Hampir semua provinsi membutuhkan tempat tidur dan juga Nakes, APD, dan juga obat-obatan. Jadi hari demi hari, minggu demi minggu itu bulan demi bulan memang harus selalu diantisipasi untuk menambahkan Faskes," urai Zubairi.

Ketua Satgas Covid-19 PB IDI Zubairi Djoerban menyebut langkah seperti ini akan terus dibutuhkan jika kasus orang positif Covid-19 terus meningkat. Kebutuhan penambahan Nakes mengikuti penambahan tempat tidur.

Sebelumnya Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin meminta   Rumah Sakit seluruh Indonesia, dapat mengkonversikan tempat tidur  noncovid ke pasien Covid hingga 40 persen. Hal tersebut mesti dilakukan, guna memenuhi kebutuhan tempat tidur yang terbatas, di tengah meningkatnya angka kasus positif Covid-19 di Tanah Air.

"Saya minta ini cara yang paling cepat untuk menambah jumlah kamar, mengantisipasi puluhan ribu pasien baru yang akan masuk. Saya minta tolong semua Dirut rumah sakit, semua pemilik Rumah Sakit, tolong konversikan Bed-nya yang tadinya bukan untuk Covid menjadi Covid, yang tadinya cuma 10 persen, jadi 30 persen atau 40 persen. Secara temporer saja, sambil kita bisa menghadapi lonjakan yang membutuhkan puluhan ribu bed baru," ujar Budi saat Konferensi Pers daring di Kanal YouTube Setpres RI, Senin (11/1/2021).

Menkes Budi Gunadi Sadikin mengatakan dalam satu bulan kedepan, rumah sakit harus menambah jumlah tempat tidur untuk pasien Covid, guna mengakomodir lonjakan pasien. Kata dia, masalah ini perlu diselesaikan secepatnya, lantaran angka kasus aktif diprediksi akan terus merangkak naik hingga awal Februari.


Editor: Rony Sitanggang


(Redaksi KBR mengajak untuk bersama melawan virus covid-19. Selalu menerapkan protokol kesehatan dalam setiap kegiatan dengan 3M, yakni; Memakai Masker, Menjaga Jarak dan Mencuci Tangan dengan Sabun.)

 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Utang Negara Kian Meningkat

Kabar Baru Jam 7

Peran UMKM Pangan dalam Pemberdayaan Ekonomi Gambut

Kabar Baru Jam 8

Desakan Memberantas Intoleransi di Sekolah