WNI di Wuhan Minta Segera Dievakuasi

"Ya.. Kalau panik ya panik, tapi kami mencoba menghibur diri," kata Ayu.

BERITA | NASIONAL

Rabu, 29 Jan 2020 14:15 WIB

Author

Valda Kustarini

WNI di Wuhan Minta Segera Dievakuasi

Suasana Kota Wuhan, Cina, yang sepi akibat mewabahnya virus Corona Novel, Minggu (26/1/2020). (Foto: ANTARA/REUTERS)

KBR, Jakarta- Warga Negara Indonesia (WNI) yang berada di Kota Wuhan, Cina, meminta pemerintah segera mengevakuasi mereka.

Ayu Winda Puspita Sari, WNI yang mengambil kuliah magister di Central China Normal University di Wuhan, sudah menyampaikan permintaan itu ke Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Beijing.

"Kita sudah minta evakuasi, KBRI dan Kemenlu sampai saat ini tetap mengusahakan, selalu mengusahakan supaya tetap dievakuasi," kata Ayu kepada KBR, Rabu (29/1/2020). 

Saat ini Ayu tinggal bersama 28 mahasiswa WNI lain di asrama kampus. Mereka berupaya tetap tenang, meski wabah virus Corona Novel di Wuhan telah menjangkiti dan menewaskan banyak orang.

"Ya.. Kalau panik ya panik, tapi kami mencoba menghibur diri," kata Ayu.

Ayu melaporkan pasokan logistik di Wuhan masih ada namun harganya mahal. Ia menyebut KBRI Beijing telah memberi bantuan berupa uang tunai.

Ia juga mengatakan listrik dan air di sana masih tersedia, namun kota masih sepi karena banyak orang yang berdiam di rumah.

Menurut keterangan dari Komisi Kesehatan Nasional Cina, sampai Rabu (29/1/2020) virus Corona Novel telah menjangkiti sekitar 6 ribu orang, dan sudah menewaskan sekitar 130 orang.

Editor: Sindu Dharmawan

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Hari Raya Tanpa Tunjangan

Gunakan Kalender Aboge, Kejawen Banyumas Rayakan Idulfitri Pada Hari Ini

Kabar Baru Jam 7

Serba-serbi Warga Berlebaran di Tengah Pandemi

Taliban dan Pemerintah Afganistan Sepakat Genjatan Senjata Saat Idulfitri