Tiongkok Terobos ZEE, Pakar Hukum Minta Pemerintah Jangan 'Cool' Saja

"Kalau misalnya ada pernyataan dari Pak Prabowo supaya kita bersabar, 'cool' saja, itu justru yang diinginkan oleh Pemerintah Cina."

BERITA | NASIONAL

Senin, 06 Jan 2020 12:21 WIB

Author

Wahyu Setiawan, Adi Ahdiat

Tiongkok Terobos ZEE, Pakar Hukum Minta Pemerintah Jangan 'Cool' Saja

Anggota TNI AL di atas KRI saat upacara Operasi Siaga Tempur Laut Natuna 2020 di Pelabuhan Pangkalan TNI AL Ranai, Natuna, Kep. Riau, (3/1/2020). (Foto: ANTARA)

KBR, Jakarta - Hikmahanto Juwana, Guru Besar Hukum Internasional dari Universitas Indonesia (UI), meminta pemerintah bertindak tegas terhadap kapal-kapal Tiongkok yang menerobos Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) di perairan Natuna.

"Sekarang Pemerintah Cina ini sedang 'mencoba-coba'. Kenapa? Karena di kabinet Pak Jokowi saat ini ada wajah-wajah baru, seperti Menhan-nya muka baru, lalu Menteri KKP-nya baru. Mereka akan mencoba bagaimana kebijakan dari mereka-mereka ini terkait dengan klaim dari Cina," kata Hikmahanto kepada KBR, Minggu (5/1/2020).

"Maka, kalau misalnya ada pernyataan dari Pak Prabowo supaya kita bersabar, cool saja, itu justru yang diinginkan oleh Pemerintah Cina," katanya lagi.

Hikmahanto pun mendesak Presiden Jokowi supaya menggertak balik Pemerintah Tiongkok, yakni dengan mengadakan rapat langsung bersama menteri-menterinya di atas kapal perang di Natuna. 

"Yang terpenting saat ini adalah, Bapak Menhan, Menteri KKP, yang dipimpin nantinya oleh Menko Polhukam itu hadir ke Natuna, mengagendakan rapat di KRI (Kapal Perang Republik Indonesia) di perairan Natuna, sebagaimana Bapak Presiden pernah melakukannya di tahun 2016," kata Hikmahanto. 

Sebelumnya, Menhan Prabowo Subianto menyebut ingin mencari solusi damai karena Tiongkok negara sahabat Indonesia.

Kemudian Menko Maritim dan Investasi Luhut Pandjaitan khawatir jika persoalan ini dibesar-besarkan akan menggganggu investasi Tiongkok ke Indonesia.

Editor: Agus Luqman

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

Ratusan WNI ABK Kapal World Dream Tiba di Sebaru