Tak Seperti AS dan Jepang, Pemerintah Indonesia Belum Bisa Evakuasi Warga dari Wuhan

"Tentu saja pemerintah memiliki opsi untuk evakuasi. Tetapi sekali lagi, kota-kota itu masih dikunci," kata Jokowi.

BERITA | NASIONAL

Rabu, 29 Jan 2020 13:38 WIB

Author

Dwi Reinjani, Adi Ahdiat

Tak Seperti AS dan Jepang, Pemerintah Indonesia Belum Bisa Evakuasi Warga dari Wuhan

Presiden Jokowi, Wapres Ma'ruf Amin, dan para menteri Kabinet Indonesia Maju berfoto di Istana Merdeka, Jakarta (23/10/2019). (Foto: ANTARA)

KBR, Jakarta - Pemerintah Amerika Serikat (AS) dan Jepang sudah mulai mengevakuasi ratusan warganya yang berada di Wuhan, Cina, kota asal wabah virus corona Novel, pada Selasa malam (28/1/2020). 

Namun, Presiden Jokowi mengatakan pemerintah Indonesia tak bisa melakukan hal serupa.

“Yang berkaitan dengan evakuasi WNI kita yang ada di Wuhan dan 15 kota lain yang di-lock, tentu saja pemerintah memiliki opsi untuk evakuasi. Tetapi sekali lagi, kota-kota itu masih dikunci," kata Jokowi di sela kunjungan kerjanya di Cimahi, Jawa Barat, Rabu (29/1/2020).

"Tapi yang paling penting, komunikasi antara KBRI dengan mahasiswa, dengan masyarakat yang ada di sana selalu terjalin dengan baik, yang paling penting itu,” kata dia lagi.


Berita Terkait: Virus Corona Novel Mewabah, AS dan Jepang Evakuasi Warganya dari Wuhan


Pesawat Sudah Siap, Tinggal Menunggu Instruksi Kemenlu

Di tempat terpisah, Kepala Dinas TNI AU Fajar Adriyanto mengklaim sudah menyiagakan tiga pesawat untuk membantu evakuasi WNI dari Wuhan.

Namun, TNI AU masih menunggu izin evakuasi yang diurus oleh Kementerian Luar Negeri (Kemenlu).

"Nunggu dari Kemenlu, bisa tembus nggak ke pemerintah sana (Cina), agar kita bisa berangkat atau tidak. Yang jelas TNI AU siap 24 jam," kata Fajar saat wawancara pers di Jakarta, seperti dilansir Antara, Rabu (29/1/2020).

Seandainya izin evakuasi sudah keluar, Fajar memperkirakan pesawat TNI AU bisa mengevakuasi sekitar 100-200 WNI dari Wuhan. Ia pun menyebut sudah menyiapkan peralatan medis dan prosedur karantina.

"Semua itu sudah, menyiapkan antipenularan untuk kru yang menjemput. Itu mungkin dengan masker dan segala macam, kemudian makanannya juga harus dikontrol, dan juga begitu kembali nanti akan dikarantina dulu. Jadi tidak langsung turun langsung bebas, dikarantina dulu. Yang kita siapkan itu, briefing-nya demikian," ujar Fajar.

Editor: Agus Luqman

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

Pertumbuhan Ekonomi Minus, Pemerintah Gagal Manfaatkan Peluang?