Belasan Ribu Warga di Banten Masih Terisolasi Akibat Banjir Bandang

"Masih ada warga yang di desa terisolir. Mereka untuk sementara waktu mengungsinya tidak bisa nyebrang karena sungai arusnya deras, lumpur, ada yang diungsikan oleh pemerintah setempat"

BERITA | NASIONAL

Selasa, 07 Jan 2020 14:40 WIB

Author

Muthia Kusuma

Belasan Ribu Warga di Banten Masih Terisolasi Akibat Banjir Bandang

Penyaluran bantuan kepada korban banjir bandang di desa terisolir di Kabupaten Lebak, Banten, Senin (6/1/2020). (Foto: Antara/Weli Ayu Rejeki)

KBR, Jakarta - Sekitar 11.400 jiwa atau 2.714  keluarga warga Banten masih terjebak di 28 desa yang terisolasi, akibat banjir bandang di awal 2020.

Wakil Gubernur Banten Andika Hazrumy menyebut, warga yang terisolasi tersebar di Enam kecamatan di seluruh wilayah Banten. 

Ia mengatakan, saat ini banyak warganya yang sudah terjangkit DBD, Diare dan ISPA. Karena itu, Banten membutuhkan kendaraan seperti mobil amphibi milik PMI yang dapat mengangkut logistik ke daerah terisolasi yang berlumpur, dan di kelilingi sungai.

Andika juga mengklaim telah memberikan logistik dan evakuasi warga sakit yang menjadi prioritas.

"Masih ada warga yang di desa terisolir. Mereka untuk sementara waktu mengungsinya tidak bisa nyebrang karena sungai arusnya deras, lumpur, ada yang diungsikan oleh pemerintah setempat misalnya ke dataran lebih tinggi. Di sana misalnya ada SD Inpres, kita gunakan untuk mereka mengungsi. Kita berikan fasilitas bantuannya termasuk tadi orang sakit lebih diprioritaskan," ucap Andika di Kantor PMK, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Selasa, (7/1/2020).

Andika mengatakan, kebutuhan akan tim medis dan obat-obatan telah terpenuhi.

Ia juga telah mengerahkan dokter dan tenaga kesehatan dari rumah sakit daerah untuk membantu di posko induk kesehatan.
Hanya saja, bantuan kesehatan serta selimut yang belum merata pada sejumlah daerah yang terisolasi.

Selain itu, Banten juga memprioritaskan membangun akses penghubung ke desa-desa terisolasi akibat rusaknya jembatan penghubung.

"Itu akan membantu untuk menjangkau daerah terisolasi agar dapat mengirim bantuan lebih maksimal," pungkas Andika Hazrumy.


Editor: Kurniati Syahdan 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

RS di Jalur Gaza Kewalahan Tampung Pasien Covid-19

Kabar Baru Jam 7

Kisah Pendamping Program Keluarga Harapan Edukasi Warga Cegah Stunting

Siapkah Sekolah Kembali Tatap Muka?

Eps8. Food Waste