Petisi 'Pecat Yasonna' Didukung Seribu Tanda Tangan

"Dia jelas-jelas mengatakan 'pokoknya ada di luar negeri Harun Masiku itu'. Itu kalimat dia. Kok bisa salah?"

BERITA | NASIONAL

Kamis, 23 Jan 2020 23:40 WIB

Author

Valda Kustarini

Petisi 'Pecat Yasonna' Didukung Seribu Tanda Tangan

Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly. Foto diambil saat rapat di DPR, Kamis (16/1/2020). (Foto: ANTARA/Muh Adimaja)

KBR, Jakarta - Sedikitnya 50 orang menginisiasi pembuatan petisi daring, mendesak Presiden Joko Widodo memberhentikan Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly.

Akademisi Universitas Indonesia (UI) Ade Armando sebagai salah satu penggagas petisi menyebut Yasonna melakukan kebohongan publik mengenai keberadaan politikus PDI-P Harun Masiku.

Harun merupakan buronan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang menjadi tersangka kasus suap terhadap anggota KPU Wahyu Setiawan untuk menduduki kursi DPR melalui mekanisme pergantian antarwaktu (PAW).

Ade Armando mengatakan hingga pertengahan Januari 2020, Yasonna masih menyebut Harun berada di luar negeri. Padahal, ternyata berdasarkan keterangan Imigrasi, Harun sudah kembali ke Indonesia pada 7 Januari.

Ade menduga sikap Yasonna yang salah memberi informasi itu sengaja untuk menutupi keberadaan Harun Masiku.

"Kalau kita sih ya tentu saja sederhana, sudah diganti saja Menteri Hukum dan HAM. Pak Yasonna juga harus menjelaskan apa yang dia lakukan ini. Dia jelas-jelas mengatakan 'pokoknya ada di luar negeri Harun Masiku itu'. Itu kalimat dia. Kok bisa salah? Itu kan agak nggak masuk di akal. Ini Dirjen Imigrasi di bawah dia bisa sampai salah seperti itu," kata Ade Armando saat dihubungi KBR, Kamis (23/1/2020).

Hingga Kamis malam, petisi di Change.org itu sudah mendapat lebih dari 1000 tanda tangan, atau melampaui target awal 1000 tanda tangan. Target itu kini dinaikkan menjadi 1.500 tanda tangan.

Ade mengatakan belum akan membuat aksi lanjutan jika petisi sudah mencapai target 1000 orang partisipan. Ia berharap Presiden Joko Widodo mendengarkan tuntutannya.  

Sedikitnya ada 50 orang turut menggagas petisi meminta Presiden Jokowi memecat Yasonna. Di antara para inisiator terdapat tokoh publik seperti Dosen UIN Jakarta Saiful Mujani, Goenawan Mohamad, antropolog Andre Baharamin, akademisi Luthfi Assyaukanie, hingga Saidiman Ahmad (SEJUK) dan lain-lain.

Editor: Agus Luqman 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

Aktivitas Perekonomian Jakarta Lumpuh Akibat Banjir

Kabar Baru Jam 15

Kabar Baru Jam 14