Komnas HAM Janji Tindak Lanjuti Kasus Tumpang Pitu

Sebenarnya tumpang Pitu ini juga sudah dipantau oleh Komnas, sudah masuk ke Komnas. Makanya kami akan mengumpulkan bahan, meminta keterangan dari para pihak"

BERITA | NASIONAL

Senin, 13 Jan 2020 15:08 WIB

Author

Lea Citra

Komnas HAM Janji Tindak Lanjuti Kasus Tumpang Pitu

ilustrasi

KBR, Jakarta - Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) berjanji akan menindaklanjuti kasus dugaan pelanggaran HAM terhadap warga penolak tambang emas di Pegunungan Tumpang Pitu, Banyuwangi, Jawa Timur.

Komisioner Komnas HAM Beka Ulung menyebut, Komnas HAM akan menerjunkan tim investigasi ke Tumpang Pitu.

Saat ini Komnas HAM masih merapatkan rencana penindakan dan mempelajari lebih lanjut kasus tersebut.

"Kami saat ini sedang sidang paripurna, salah satu agendanya adalah membahas soal kasus Tumpang Pitu itu. Jadi mungkin dalam waktu dekat ini Komnas jelas akan melakukan. Kan sebenarnya tumpang Pitu ini juga sudah dipantau oleh Komnas, sudah masuk ke Komnas. Makanya kami akan mengumpulkan bahan, meminta keterangan dari para pihak, dan juga nanti akan kemudian mengeluarkan rekomendasi, termasuk juga tentu saja hasil penyelidikan yang ada," kata Beka kepada KBR, Senin (13/1/2019).

Hanya saja, Beka Ulung belum bisa memastikan kapan tim Komnas HAM akan turun ke Tumpang pitu.

Komnas HAM mengakui telah menerima laporan terkait adanya pelanggaran HAM seperti pelecehan seksual. Namun harus dipastikan kasus tersebut.

"Kami masih memantau kasus Tumpang Pitu, artinya pemantauan ini kan tidak hanya terbatas soal izin, kerusakan lingkungan, tetapi isu-isu lain yang ada di dalam kasus tersebut. Saya belum tahu, soalnya kan bahan-bahannya apa saja. Kita kan harus konfirmasi ke banyak pihak begitu, untuk bisa menentukan rekomendasi apa gitu," lanjutnya.

Sebelumnya, Komnas HAM didesak melakukan pemantauan langsung untuk menyelidiki dugaan pelanggaran HAM terhadap warga penolak tambang emas di Tumpang Pitu. Desakan pemantauan itu diminta oleh LSM lingkungan, Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Jawa Timur.

Direktur Eksekutif Walhi Jawa Timur Rere Christanto mengatakan puluhan peluru aktif ditemukan warga Dusun Pancer, Sumberagung di sekitar lokasi unjuk rasa menolak tambang emas.

Selain itu, Komnas juga diminta menindaklanjuti laporan dugaan pelecehan yang dilakukan pekerja tambang, terhadap para perempuan yang berada di tenda perjuangan.


Editor: Kurniati Syahdan 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Menjaga Kesehatan Mental di Tengah Wabah Corona

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17