Tiga Bulan Menjabat, Menteri Edhy Klaim Tangkap 8 Kapal Asing Pencuri Ikan

"Ini menjadi bukti komitmen saya dalam memberantas illegal fishing di perairan Indonesia,"

BERITA | NASIONAL

Kamis, 09 Jan 2020 14:01 WIB

Author

Edho Sinaga

 Tiga Bulan Menjabat, Menteri Edhy Klaim Tangkap 8 Kapal Asing Pencuri Ikan

Tiga kapal berbendera Vietnam tangkapan KKP pada 30 Desember 2019 di perairan Natuna Utara, di Stasiun PSDKP, Kamis (9/1). (KBR/Edho Sinaga)

KBR,  Pontianak- Menteri Kelautan dan Perikanan, Edhy Prabowo mengungkapkan telah melumpuhkan delapan kapal ikan asing  selama tiga  bulan menjabat sebagai menteri. Kata Dia, kapal yang ditangkap terdiri dari satu kapal berbendera Malaysia, empat kapal berbendera Filipina dan tiga kapal berbendera Vietnam.

"Saya kira hasil operasi selama 3 bulan ini menjadi bukti komitmen saya dalam memberantas illegal fishing di perairan Indonesia. Di tahun 2020 ini saya telah memberikan persetujuan penambahan hari operasi bagi Kapal Pengawas KKP dari yang semula 85 hari menjadi 150 hari. Sekali lagi saya sampaikan, kita serius memberantas illegal fishing," kata Edhy

Berdasarkan catatan Edhy, jumlah ini mengalami kenaikan dibanding tahun sebelumnya pada periode yang sama yaitu antara Oktober-Desember. Saat itu KKP hanya menangkap tiga kapal ikan asing ilegal.

Edhy juga membantah anggapan yang berkembang bahwa dirinya tidak menjadikan pemberantasan illegal fishing sebagai prioritas kerjanya.

“Di sini saya tegaskan bahwa KKP dan seluruh instansi terkait memiliki komitmen tinggi untuk menjaga Laut Natuna Utara dan wilayah perairan lainnya di Indonesia,” kata dia.

Sebelumnya, Tiga kapal ikan asing (KIA) berbendera Vietnam ditangkap setelah kedapatan mencuri ikan oleh Direktorat Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) di Laut Natuna Utara, Senin, 30 Desember 2019 lalu.

Penangkapan dilakukan Kapal Pengawas (KP) milik KKP yang terdiri dari KP Orca 3, KP Hiu Macan 01 dan KP Hiu 011. Saat proses penangkapan, terjadi perlawanan dari para nelayan Vietnam ini. Bahkan, Kapal Pengawas mengalami kerusakan akibat ditabrak.

Tenggelamkan

Eks-Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti menyarankan pemerintah tetap mempertahankan kebijakan penenggelaman kapal asing pencuri ikan. Susi menyebut hal itu merupakan perintah undang-undang. Menurutnya, penenggelaman kapal bisa memberikan efek jera. 

"Itu kan policy pemerintah kabinet baru ya. Itu hak pemerintah untuk melakukan tapi saran saya sih tetap sama untuk efek jera," kata Susi Pudjiastuti di Balai Sarwono, Jakarta, Rabu (27/11/2019).


Editor: Rony Sitanggang

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 13

Jakarta Tak Putus Dirundung Banjir

Kabar Baru Jam 12

Kabar Baru Jam 11

Mendorong #Metoo di Industri Film Indonesia