KNKT Butuh Lima Hari untuk Unduh Data CVR Lion Air PK-LQP

Ketua Sub-Komite Investigasi Kecelakaan Penerbangan KNKT, Nurcahyo Utomo mengatakan, pengunduhan tetap bisa dilakukan meski CVR ditemukan dalam kondisi cukup rusak, seperti banyak goresan di bagian lu

BERITA , NASIONAL

Selasa, 15 Jan 2019 14:29 WIB

Author

Astri Septiani, Astri Yuana Sari

KNKT Butuh Lima Hari untuk Unduh Data CVR Lion Air PK-LQP

Panglima Koarmada I Yudo Margono menunjukkan CVR yang baru ditemukan penyelam TNI AL kepada wartawan, Senin (14/01/2019).

KBR, Jakarta- Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) membutuhkan waktu kurang lebih lima hari untuk mengunduh data Rekaman Percakapan Kokpit (Cockpit Voice Recorder-CVR) Lion Air PK-LQP yang baru ditemukan Senin, (14/01/2019). CVR itu memuat percakapan pilot, kopilot dan menara pengawas. 

CVR ditemukan oleh penyelam TNI Angkatan Laut di perairan Tanjung Karawang, Jawa Barat, lokasi di mana pesawat nahas milik maskapai berlogo singa terbang itu jatuh pada Oktober 2018 lalu. 

Ketua Sub-Komite Investigasi Kecelakaan Penerbangan KNKT, Nurcahyo Utomo mengatakan, pengunduhan tetap bisa dilakukan meski CVR ditemukan dalam kondisi cukup rusak, seperti banyak goresan di bagian luarnya. Itu karena bagian terpenting CVR, yakni Crash Survival Memory Unit diduga kuat masih aman di dalam badan CVR. 

"Dicuci, dikeringkan. Dikeringkan itu satu sisi kira-kira 48 jam, jadi bolak balik sekitar 4 hari. Abis itu dibersihin keraknya, dibersihin karatnya kira-kira 1 hari. Nanti kita akan colok ke CVR yang masih bagus, dipasang di CVR yang masih bagus, nanti akan kita download," kata Nurcahyo di Pelabuhan JICT II Tanjung Priok, Jakarta Utara, Senin (14/1/2019).

Baca juga: Jokowi Ingin Penyebab Kecelakaan Lion Air Terang Benderang 

Namun, kata dia, jika terjadi kerusakan pada bagian-bagian memori tersebut, yang menyebabkan KNKT kesulitan mengunduh data, maka CVR akan dikirim ke pabrik pembuatnya untuk proses pengunduhan data. 

"Crash survival memory unit, namanya crash survival kan memang unit memori yang tahan benturan. Jadi tadi yang kelihatan lecet-lecet itu adalah casingnya. Yang penting memori di dalamnya, itu yang kita harapkan," imbuhnya.

Nurcahyo optimistis data CVR akan berhasil diunduh. Ia mencontohkan kecelakaan pesawat Garuda pada 2007 di Jogja, di mana kabel CVR terbakar, namun memorinya masih aman.

"Yang pernah dialami KNKT adalah kecelakaan Garuda Jogja 2007, itu kebakar. Memorinya enggak masalah, tapi kabel yang menuju ke memori itu semua leleh. Akhirnya terpaksa kita kirim ke pabrik pembuatnya, bisa diambil datanya," terangnya.

Baca juga: Pencarian Korban Kecelakaan Lion Air Terus Berlanjut

Sementara itu, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengapresiasi penemuan CVR oleh tim gabungan TNI AL dan KNKT. 

"Saya bangga justru karena ini menggunakan KRI atau kapal Angkatan Laut. Saya mengapresiasi apa yang ditemukan oleh KNKT bersama TNI Angkatan Laut ini pasti memberikan suatu makna bagi upaya kita menemukan penyebab dari kecelakaan itu," kata Budi di Grand Sahid Hotel (14/01/2019)

Selanjutnya, kata Budi, CVR akan dianalis untuk mengetahui penyebab kecelakaan pesawat yang menewaskan 189 penumpang beserta kru pesawat. Ia menargetkan KNKT bisa merampungkan tugasnya dalam waktu satu tahun. 

Pesawat Lion Air PK-LQP dengan rute penerbangan Jakarta-Pangkalpinang jatuh pada Senin Pagi, (29/10/2018). Pesawat jatuh di perairan Tanjung Karawang, Jawa Barat, usai 13 menit lepas landas dari Bandara Soekarno-Hatta. 

Editor: Sindu Dharmawan 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Recent Podcast

September ini merupakan gelombang ketiga penetapan anggota DPRD Kota Malang sebagai tersangka oleh KPK.

Dengan langkah terbaru dari polisi, Istana mengklaim: Negara serius menuntaskan kasus Munir.

Aturan yang ada sangat mudah digunakan kelompok tertentu untuk melakukan persekusi atau kekerasan.

KPU tak kalah ngotot, meminta KPU daerah menunda proses pencaloan 12 nama bakal caleg eks napi korupsi yang sudah diloloskan Bawaslu.

Pelemahan rupiah karena kebijakan bank sentral AS The Fed, juga perang dagang AS-China.