Jangan Lupa Bawa Payung, Puncak Musim Hujan di Februari

"Curah hujan tinggi akan terjadi di sebagian Provinsi Aceh, Bengkulu, Pulau Jawa, Lampung, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Maluku,"

BERITA , NASIONAL

Kamis, 31 Jan 2019 22:01 WIB

Author

Resky Novianto

Jangan Lupa Bawa Payung, Puncak Musim Hujan di Februari

Ilustrasi hujan di Jakarta. (Foto: Antara)

KBR, Jakarta - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi puncak musim hujan akan terjadi di Februari 2019.

Kepala Pusat Meteorologi BMKG, Agus Wahyu mengatakan puncak musim penghujan akan terjadi selama satu bulan ke depan yang dipicu oleh kondisi global, regional dan lokal.

Agus menyebut, curah hujan tinggi akan terjadi di sebagian Provinsi Aceh, Bengkulu, Pulau Jawa, Lampung, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Maluku, Papua Barat dan Papua.

"Potensi curah hujan yang tinggi, seiring dengan prediksi puncak musim hujan di akhir Januari hingga Februari di wilayah Jawa, Bali, hingga Nusa Tenggara. Sedangkan potensi hujan lebat, masih akan terjadi 31 Januari sampai 7 Februari 2019 di Provinsi Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Jambi, Bengkulu, Sumatera Selatan, Lampung, Seluruh Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Kalimantan, Sulawesi Utara, Gorontalo," kata Agus di Kantor BNPB, Jakarta, Kamis (31/1/2019).

Ditambah  Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Maluku, Papua Barat dan Papua, sambungnya.

Sementara potensi gelombang laut setinggi 2,5 meter sampai 4 meter, lanjut Agus, juga akan terjadi di Februari, di sebagian besar wilayah perairan di Indonesia.

Faktor cuaca dan tekanan angin laut di atas perairan Indonesia, menjadi pemicu terjadinya gelombang tinggi di perairan barat, tengah, selatan, utara dan timur Indonesia.

"Gelombang tinggi itu ada di perairan samudera hindia selatan Jawa Timur, hingga Nusa Tenggara Barat kemudian laut Natuna bagian utara, perairan kepulauan Padar, perairan Aru, laut Arafuru, kemudian perairan di kepulauan Sangihe dan Talaud, laut Maluku bagian utara, laut kepulauan Halmahera, perairan utara Papua Barat, hingga Papua, Samudera pasifik utara hingga perairan Yos Sudarso," jelas Agus.

BMKG juga menghimbau kepada masyarakat agar lebih waspada terhadap potensi genangan banjir maupun longsor, terutama bagi masyarakat yang tinggal di wilayah yang berpotensi hujan lebat dan daerah rawan banjir.

BMKG meminta masyarakat waspada terhadap kemungkinan hujan disertai angin, yang dapat menyebabkan pohon maupun baliho tumbang atau roboh.

"Jangan berlindung di bawah pohon atau baliho. Diperhatikan resiko gelombang tinggi terhadap keselamatan pelayaran dan nelayan juga harus memperhatikan aktivitas di pesisir," pungkasnya.


Editor: Kurniati

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

Masyarakat Sipil Tolak Rencana Amandemen UUD 1945