Ini Tuntutan Korban Bom Thamrin kepada Presiden Terpilih

Selain itu, keluarga dan korban bom Thamrin meminta adanya perhatian lebih terhadap korban terorisme dan upaya pencegahan terhadap aksi serupa.

BERITA , NASIONAL

Rabu, 16 Jan 2019 21:03 WIB

Author

Muthia Kusuma

Ini Tuntutan Korban Bom Thamrin kepada Presiden Terpilih

Serangan teror bom di kawasan Thamrin Jakarta, Kamis (14/01/2016). Foto: Antara

KBR, Jakarta- Keluarga dan korban bom Thamrin meminta calon presiden dan wakil presiden terpilih untuk memberantas terorisme, radikalisme, dan pemahaman ideologi yang berpotensi menyebabkan sejumlah aksi teror di Indonesia. 

Selain itu, keluarga dan korban bom Thamrin meminta adanya perhatian lebih terhadap korban terorisme dan upaya pencegahan terhadap aksi serupa. Juru bicara Sahabat Thamrin, Dwi Siti Rhomdoni mengatakan, tuntutan ini akan disampaikan kepada presiden dan wakil presiden yang terpilih pada pilpres 2019. 

Baca juga: [SAGA] Jalan Panjang Korban Teror Bom Mengampuni Pelaku

"Untuk mencegah terorisme ini kembali berarti kan kan harus dimulai dari menyosialisasikan atau lebih ke menyasar kepada atau mencegah pada pemahaman radikalisme apapun bentuknya mungkin bisa bersinergi dengan beberapa lembaga terkait. Kemudian ketika sudah terjadi korban, dan sudah jadi korban sekarang lebih diperhatikan kembali. Bukan masalah hak-hak korban atas kompensasi saja, tetapi juga kebutuhan lainnya," ujar Dwi, kepada KBR, Rabu, (16/1/2019).

Dwi Siti Rhomdoni mengaku, pemerintah sudah memberi perhatian dan bantuan kepada para korban aksi terorisme. Namun, ia menilai hal itu masih belum maksimal. Misalnya, hak-hak korban terorisme, dan kompensasi dana bagi anggota keluarga yang ditinggalkan. Ia juga berharap pemerintah memberi bantuan pendidikan bagi anak korban, modal, pelatihan, serta pendampingan usaha agar menjadi wirausaha yang mandiri. 

Baca juga: BIN Sebut Hukuman Mati Aman Tak Naikkan Potensi Teror

Pekan ini tepat tiga tahun peristiwa teror bom bunuh diri di kawasan Thamrin Jakarta Pusat. Aksi teror ini menewaskan 11 orang, yakni empat pelaku dan tujuh warga sipil. Tokoh Jemaah Ansharut Daulah (JAD) Aman Abdurrahman dituding menjadi otak di balik teror dan divonis hukuman mati. 

 

Editor: Sindu Dharmawan

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Recent Podcast

September ini merupakan gelombang ketiga penetapan anggota DPRD Kota Malang sebagai tersangka oleh KPK.

Dengan langkah terbaru dari polisi, Istana mengklaim: Negara serius menuntaskan kasus Munir.

Aturan yang ada sangat mudah digunakan kelompok tertentu untuk melakukan persekusi atau kekerasan.

KPU tak kalah ngotot, meminta KPU daerah menunda proses pencaloan 12 nama bakal caleg eks napi korupsi yang sudah diloloskan Bawaslu.

Pelemahan rupiah karena kebijakan bank sentral AS The Fed, juga perang dagang AS-China.