BPBD Lampung Masih Hitung Kerugian Akibat Tsunami Selat Sunda

Kepala BPBD Lampung, I Ketut Sukerta mengatakan ada lebih dari 700 rumah yang tengah didata. Namun, jumlah itu menurutnya masih mungkin bertambah.

BERITA | NASIONAL

Selasa, 01 Jan 2019 08:21 WIB

Author

Resky Novianto, Dwi Reinjani

BPBD Lampung Masih Hitung Kerugian Akibat Tsunami Selat Sunda

Desa Way Muli, Kecamatan Rajabasa, Kabupaten Lampung Selatan, sehari setelah hancur dihantam tsunami Sabtu (22/12/2018). Foto: ANTARA/Ardiansyah

KBR, Jakarta- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lampung masih menginventarisir kerugian hancurnya bangunan di 5 kecamatan terdampak tsunami di Lampung Selatan.

Kepala BPBD Lampung, I Ketut Sukerta mengatakan ada lebih dari 700 rumah yang tengah didata. Namun, jumlah itu menurutnya masih mungkin bertambah.

"Belum ada, justru baru diinfentarisir untuk semua rumah dan gedung yang rusak dan akan direkapitulasi berapa besar kerugiannya," ujar Sukerta kepada KBR, Senin (31/12/18).

Ketut Sukerta menambahkan, potensi bertambahnya rumah atau infrastruktur lain yang rusak, lantaran ada lima kecamatan di Lampung yang terdampak tsunami. Yakni, Bakaheuni, Rajabasa, Kalianda, Sidomulyo dan Ketimbu.

Dia memastikan pendataan akan dilakukan secepat mungkin. Data itu selanjutnya diserahkan kepada pemerintah pusat.

Baca juga:

Sementara menurut korban tsunami Selat Sunda di Desa Kunjir, Rajabasa, Nasrul Musa, hampir semua bangunan yang berada di seluruh pesisir kecamatan Rajabasa rusak cukup berat. Kerusakan itu meliputi permukiman penduduk, fasilitas umum, dan juga kantor desa setempat.

Nasrul mengatakan, khusus untuk Desa Kunjir, terdapat 100an unit rumah yang rusak berat dan memerlukan pembangunan ulang atau direlokasi.

Nasrul dan warga korban lainnya mengaku sudah mendengar informasi soal pembangunan serta rencana relokasi. Namun mereka belum mengetahui kapan infrastruktur yang rusak di wilayahnya akan dibangun pemerintah.

"Wacananya mau merelokasi pemukiman penduduk yang rumahnya hancur, di sepanjang pesisir itu Kecamatan Rajabasa mulai dari Kunjir, Waymuli, Sukaraja, Rajabasa, Banding dan daerah-daerah terdampak tsunami, realisasinya belum pasti," ujar Nasrul saat dihubungi KBR, Senin (31/12/18).

Pada 22 Desember lalu, tsunami di perairan Selat Sunda menerjang wilayah Banten dan Lampung. Meliputi Pandeglang, Serang, Lampung Selatan, Tanggamus, dan Pesawaran. Setidaknya lebih dari 400 orang tewas, 14 ribu lebih luka-luka, 16 orang hilang, dan puluhan ribu orang mengungsi akibat bencana tersebut.

Editor: Gilang Ramadhan

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

Mendikbud Nadiem Makarim Diminta Perbaiki Mental dan Moralitas