Benteng Pancasila, UNS Bangun Kelenteng di Kampus

"Ini mungkin satu-satunya kampus yang memiliki tempat ibadah yang lengkap untuk semua agama di Indonesia,"

BERITA , NASIONAL

Jumat, 25 Jan 2019 09:20 WIB

Author

Yudha Satriawan

Benteng Pancasila, UNS Bangun Kelenteng di Kampus

Peletakan batu pertama pembangunan kelenteng di kampus UNS. (Foto: KBR/Yudha S.)

KBR,Solo- Universitas Sebelas Maret UNS Solo bekerja sama dengan komunitas Tionghoa  Konghucu mendirikan sebuah Kelenteng Khongcu Bio di kompleks tempat ibadah kampus setempat. Rektor UNS Solo, Ravik Karsidi mengatakan pendirian Kelenteng ini melengkapi tempat ibadah berbagai agama yang sudah tersedia di kampus tersebut yaitu masjid, gereja, pura, dan vihara.

Menurut Ravik, UNS menyediakan tempat ibadah bagi civitas akademik yang beragama Konghucu tersebut meski saat ini masih sedikit.

“Sejak UNS Solo berdiri, kampus ini sudah deklarasi sebagai kampus Benteng Pancasila. Kami saat ini membangun sebuah kelenteng untuk pemeluk Konghucu. Ini mungkin satu-satunya kampus yang memiliki tempat ibadah yang lengkap untuk semua agama di Indonesia," ujar Rektor UNS Solo, Ravik Karsidi.Pembangunan Kelenteng Khongcu Bio atau Sinar Kebajikan ini direncanakan memakan waktu 2 hingga 3 bulan mendatang. Lahan berukuran 10 kali 10 meter persegi ini akan didominasi warna merah dan kuning keemasan. Dana Pembangunan sekitar Rp 700 juta dan baru tersedia 60 persen. Pengumpulan sumbangan dana pembangunan Kelenteng tersebut masih terus dilakukan.

"Bagi saya sebagai rektor UNS memandang semua umat beragama, civitas akademika,  memiliki kesempatan yang sama untuk beribadah di kampus ini. Data kami ada 6 mahasiswa dan seorang dosen yang menganut Konghucu. Kita sediakan tempat ibadah Kelenteng ini. Barangkali, suatu saat bisa bertambah,” ujar Ravik.

Perencana bangunan atau Arsitek Kelenteng dilakukan oleh tim UNS Solo bekerjasama dengan komunitas Tionghoa maupun Konghucu di Solo.

Editor: Rony Sitanggang
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Eps.6: Kuliah di Perancis, Cerita dari Dhafi Iskandar

Insiatif Masyarakat untuk Wujudkan Hunian yang Layak

Inisiatif Masyarkat untuk Wujudkan Hunian yang Layak

Inisiatif Masyarakat untuk Wujudkan Hunian yang Layak

Inisiatif Masyarakat untuk Wujudkan Hunian yang Layak