Badan Geologi: Retakan di Lereng Sukabumi Berpotensi Timbulkan Longsor Susulan

Potensi longsor di Sukabumi semakin besar ketika intensitas hujan sedang tinggi seperti saat ini.

BERITA | NASIONAL

Selasa, 01 Jan 2019 12:41 WIB

Author

Dian Kurniati

Badan Geologi: Retakan di Lereng Sukabumi Berpotensi Timbulkan Longsor Susulan

Ilustrasi bencana tanah longsor. (Foto: Antara/Anis Efizudin)

KBR, Jakarta - Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral menyebut ada beberapa retakan di sekitar tebing yang longsor di Dusun Garehong, Desa Sirnaresmi, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, yang berpotensi menimbulkan longsor susulan.

Kepala Badan Geologi, Rudy Suhendar mengatakan, warga perkampungan yang tinggal di bawah tebing yang retak juga harus segera dievakuasi, karena sangat berbahaya dan potensi longsor di Sukabumi akan semakin besar, ketika intensitas hujan tinggi, seperti saat ini.

"Yang di peta kita, yang merah itu, ya rawan. Makanya sekarang tim kita sedang menuju ke sana, sedang memetakan retakan-retakan yang terjadi di sekitarnya," kata Rudy kepada KBR, Selasa (01/01/2018).

Rudy mengatakan, ada beberapa titik di Kabupaten Sukabumi pada peta Badan Geologi yang berwarna merah, terutama di bagian selatan, termasuk Kecamatan Cisolok. Warna merah tersebut, lanjutnya, menujukkan daerah perbukitan dengan kemiringan lereng yang terjal, dan berpotensi longsor.

Rudy menambahkan, potensi longsor tersebut semakin besar ketika terjadi hujan terus menerus dan kejenuhan air di dalam tanah sangat tinggi dan belum diperkirakan berapa luas areal yang rawan longsor itu.

Sementara di Kecamatan Cisolok, juga terdapat potensi pergerakan tanah saat hujan deras dan tim mitigasi bencana Badan Geologi mulai memetakan retakan pada tebing-tebing di sekitar tebing yang longsor.

Setelah peta retakan rampung, Rudy berkata, Badan Geologi akan menyarankan BPBD mengevakuasi warga di bawah tebing tersebut untuk sementara waktu, hingga intensitas hujan menurun.

Longsor terjadi Senin (31/12/18), sekitar pukul 17.30 WIB dan menimbun 30 unit rumah di di Dusun Garehong, Sukabumi.

Saat ini, tim SAR masih melakukan evakuasi dan pencarian korban longsor. Hingga pukul 10.00 WIB tadi sebanyak 38 orang masih belum ditemukan. Kemudian 5 orang meninggal dunia, 3 orang luka-luka dan 61 orang selamat.

Baca juga: BNPB: Kerugian Akibat Bencana Capai Rp100 Triliun 

Editor: Gilang Ramadhan

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Rangkuman Berita Sepekan KBR

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18