Usai Dilaporkan Kepada MKD, Fahri Hamzah Temui Para Buruh Migran

"Ada yang menasehati saya supaya berhenti ngetweet. Saya tidak akan berhenti. Buat saya seharusnya anggota DPR aktif berkomunikasi. Apapun resikonya."

BERITA , NASIONAL

Selasa, 31 Jan 2017 14:52 WIB

Author

Ria Apriyani

Usai Dilaporkan Kepada MKD, Fahri Hamzah Temui Para Buruh Migran

Ketua koalisi organisasi buruh migran Indonesia di Hongkong yang tergabung dalam Lingkaran Aku Cinta Indonesia (LACI), Nur Halimah (kiri) didampingi wakil ketua Sri Martuti memperlihatkan surat pelapo


KBR, Jakarta- Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah berjanji akan segera menuntaskan revisi Undang-Undang terkait Perlindungan Pekerja Indonesia di Luar Negeri. Ini disampaikannya ketika menemui perwakilan buruh migran yang sebelumnya melaporkan cuitannya di twitter.

Pertemuan berlangsung tertutup. Usai pertemuan, Fahri mengaku sudah berdamai. Menurutnya, ada beberapa kesamaan pandangannya dengan para buruh migran.

"Pertama, menuntaskan seluruh regulasi yang belum selesai, yang kita anggap menjadi sumber permasalahan. Kedua, memperbaiki institusi yang sudah ada supaya tidak ada konflik di antara mereka. Di antara persoalan undang-undang yang belum beres tadi di antaranya karena ada konflik kepentingan di antara mereka," kata Fahri di gedung DPR, Selasa (31/1).

Perwakilan dari Lembaga Aku Cinta Indonesia(LACI), Nur Halimah, mewanti-wanti agar Fahri harus menepati janjinya.

"Di sini saya garis bawahi bahwa itu, maaf Pak Fahri bukan hanya janji tapi bukti yang akan kita rasakan nanti benar akan terlaksana. Apa benar akan terealisasi atau Bapak hanya mengamankan diri agar kita merasa lega."

Sebelumnya ada dua laporan yang masuk ke Mahkamah Kehormatan Dewan terkait dengan cuitan bekas politisi PKS itu. Tweet itu dinilai telah menyinggung para pekerja migran karena menyebut mereka dengan sebutan 'babu' dan 'mengemis'.

Laporan pertama datang dari Migrant Care Jumat(27/1) silam. Sementara itu laporan kedua dimasukan oleh LACI kemarin. Namun dalam pertemuan itu, tidak tampak perwakilan dari pelapor pertama.

Sementara itu menurut Fahri pelaporan ke MKD ini menjadi pintu masuk baginya bertemu dan mempererat koordinasi dengan buruh migran. Dia berjani akan memastikan RUU PPILN rampung secepatnya dan terus mengawasi masalah pekerja-pekerja luar negeri.

"Ada yang menasehati saya supaya berhenti ngetweet. Saya tidak akan berhenti. Buat saya seharusnya anggota DPR aktif berkomunikasi. Apapun resikonya."


Editor: Rony Sitanggang

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Eps.2: Kuliah di UK, Cerita dari Rizki Putri Part 2

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17