Petani Bantah Klaim Menhub Sengketa Lahan Bandara Kertajati Selesai

“Kita jelas akan bantah klaim pak Budi itu. Orang belum selesai kok. Jadi warga tetap akan membantah klaim itu,”

BERITA | NASIONAL

Jumat, 20 Jan 2017 16:36 WIB

Author

Rio Tuasikal

Petani Bantah Klaim Menhub  Sengketa Lahan Bandara Kertajati Selesai

Pembangunan Bandara Kertajati, Majalengka, Jabar. (Sumber: BIJB)


KBR, Jakarta- Konsorsium Pembaruan Agraria (KPA) membantah pembebasan lahan di Sukamulya, Majalengka, untuk Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB), sudah selesai seperti diklaim Menteri Perhubungan Budi Karya.  Aktivis KPA Syamsuddin menyatakan masih ada 1478 KK yang menolak menjual lahannya kepada pemerintah.

Kata dia, jumlah ini tidak berubah sejak November tahun lalu ketika ada bentrok antara warga dan aparat.

“Kita jelas akan bantah klaim pak Budi itu. Orang belum selesai kok. Jadi warga tetap akan membantah klaim itu,” tukasnya kepada KBR, Jumat (20/1/2017) siang.  
 
“Belum beres pengadaan tanahnya di Sulkamulya, belum clear. Kita belum ada pembahasan harga dengan warga, belum ada berapa-berapa,” tambahnya.
 
Syamsuddin menyatakan, 6 Januari lalu Kantor Staf Presiden (KSP) menggelar pertemuan antara warga dan Pemprov Jabar. Hasilnya disepakati pembentukan tim kecil terdiri atas Pemprov, Dishub, BPN Majalengka, Pemkab Majalengka, Pemerintah desa Sukamulya, dan warga Sukamulya. Tim ini akan membahas upaya pembebasan lahan dan relokasi warga.

  Baca: Menhub Klaim Sudah Selesai

“Bukan hanya persoalan pembebasan lahannya saja, tapi secara utuh termasuk tuntutan warga,” kata dia.
 
Tim ini akan diawasi oleh Kantor Staf Presiden (KSP) dan bekerja hingga Juni 2017. Namun, kata dia, tim ini belum juga dibentuk oleh Pemprov. Padahal saat ini sudah dua pekan dari pertemuan tersebut.
 
Dia menjelaskan, warga menuntut adanya relokasi disertai ganti rugi dan tukar guling lahan. Warga menyatakan bersedia pindah ke lahan dekat desanya namun lokasi itu masuk kawasan Perhutani.
 
“Namun itu diserahkan ke Pemprov Jabar sebagai yang punya hajat,” paparnya.  

Pembebasan lahan untuk BIJB ini sempat memicu bentrok di desa Sukamulya November lalu. Aparat gabungan berupaya melakukan pengukuran lahan namun dihalangi oleh warga.


Editor: Rony Sitanggang

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Pekan Diplomasi Iklim

Pekan Diplomasi Iklim

Kabar Baru Jam 18