Mabes Polri Kumpulkan Puluhan Ormas Islam, FPI Tak Hadir

Juru bicara Mabes Polri Boy Rafli Amar mengatakan tujuan silaturahmi itu adalah untuk membahas situasi keamanan dan ketertiban masyarakat diseluruh Indonesia saat ini.

BERITA | NASIONAL

Selasa, 31 Jan 2017 11:39 WIB

Author

Ade Irmansyah

Mabes Polri Kumpulkan Puluhan Ormas Islam, FPI Tak Hadir

Ilustrasi. Anggota polisi berpatroli di sekitar gedung Mabes Polri, Jakarta. (Foto: ANTARA)


KBR, Jakarta - Markas Besar Kepolisian Indonesia terus menggalang komunikasi dan koordinasi demi menjaga stabilitas dan keamanan menjelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak pada pertengahan Februari mendatang.

Salah satunya ialah dengan menggelar acara silahturahmi dengan puluhan organisasi kemasyarakatan Islam di auditorium Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK) Jakarta. Juru bicara Mabes Polri Boy Rafli Amar mengatakan tujuan silaturahmi itu adalah untuk membahas situasi keamanan dan ketertiban masyarakat diseluruh Indonesia saat ini.

"Jadi banyak yang kita sharing bersama, berkaitan juga dengan isu yang berkembang di masyarakat. Jadi kerja sama dalam konteks ulama dan umaro ini menjadi penting untuk menyamakan persepsi dalam menyelesaikan permsalahan-permasalahan yang ada di masyarakat. Semoga hari ini ada semacam komunikasi interaktif, ideologis di antara yang hadir dengan unsur-unsur perwakilan di dalam termasuk institusi Polri juga," kata Boy Rafli di gedung PTIK, Jakarta, Selasa (31/1/2017).

Baca juga:


Beberapa ormas yang hadir diantaranya Gerakan Pemuda Kabah (GPK), Persatuan Sarjana Muslim Indonesia (Persami), Nahdlatul Ulama Daerah (NU), Forum Betawi Bersatu (FBB), Gerakan Pemuda Al Washliyah, Gerakan Pemuda Islam Indonesia (GPII), Gerakan Nasional Memerangi Terorisme (GNMT), Forum Kemitraan dan Polisi Masyarakat (FKMP), Forum Ahlussunnah, dan lain-lain.

Boy Rafli mengatakan sebetulnya Polri juga mengundang secara resmi ormas FPI pimpinan Rizieq Shihab. Hanya saja, kata Boy, tidak ada satu pun perwakilan FPI yang hadir dalam pertemuan itu.

Acara ini juga sejatinya dibuka oleh Kapolri Tito Karnavian. Namun, diwaktu yang bersamaan, Kapolri harus mendampingi Presiden diacara lain.

"Tapi yang jelas umumnya disampaikan undangan. Tentu. Dalam hal ini sangat penting, organisasi kemasyarakatan biar bagaimanapun bagian dari mitra kepolisian dalam bermsayarakat, berbangsa, dan bernegara," tambahnya.

Boy Rafli mengatakan keamanan dan kenyamanan masyarakat tidak hanya tugas anggota kepolisian. Boy menyebut peran ulama juga sangat dibutuhkan demi tercapainya tujuan tersebut. Pertemuan ini juga menjadi ajang mempererat hubungan Polri dan ormas Islam karena kesamaan tugas untuk membina masyarakat.

"Ini upaya memperat hubungan silaturahmi di antara ormas-ormas Islam yang ada dengan Polri. Pertemuan hari ini, paling tidak kita bisa saling sharing di samping itu sama-sama ada kegiatan diskusi. Kesempatan juga menyampaikan masukan-masukan karena unsur-unsur pemerintah hadir. Dari kepolisian, dari Kementerian Dalam Negeri, dari Kemenko Polhukam juga hadir," ucapnya.

Baca juga:


Editor: Agus Luqman 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 7

Kesiapan Mental sebelum Memutuskan Menikah

Kabar Baru Jam 8

Setahun Pandemi dan Masalah "Pandemic Fatigue"

Kabar Baru Jam 10