Kapal Zahro Terbakar, Ini yang Didalami Polisi dari Pemeriksaan Syahbandar

"Seputar tugas pokok yang bersangkutan sebagai kepala KSOP, dan kemudian sampai kepada permohonan keberangkatan kapal,"

BERITA | NASIONAL

Rabu, 04 Jan 2017 14:57 WIB

Kapal Zahro Terbakar, Ini yang Didalami Polisi dari Pemeriksaan Syahbandar

Kapal Zahro Express. (Sumber: Redy Tour)


KBR, Jakarta- Kepolisian telah memeriksa Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas III Muara Angke, Deddy Junaedi, sebagai saksi dalam kasus terbakarnya kapal KM Zahro Express. Namun Direktur Polisi Perairan (Polair) Polda Metro Jaya, Hero Hendriatno, enggan membeberkan hasil pemeriksaan terhadap Deddy.

"(Pemeriksaan) Sudah selesai dan itu  menjadi materi penyidikan, mohon maaf tidak bisa sampaikan di sini. (Fokus pemeriksaannya apa?) Ya seputar tugas pokok yang bersangkutan sebagai kepala KSOP, dan kemudian sampai kepada permohonan keberangkatan kapal," kata Hero Hendrianto kepada KBR, Rabu (04/01/17).

Hero mengatakan, hingga saat ini Kepolisian masih belum bisa menemui pemilik KM Zahro Express, Mutiara Prima Yodi (atau Yodi Mutiara Prima). Polisi Perairan bekerja sama dengan Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya untuk menelusuri keberadaannya.

"Dia ini masih saksi ya," kata Hero.

Menurut Hero, keterangan pemilik kapal KM Zahro Express sangat dibutuhkan untuk mendalami penyebab terbakarnya kapal itu pada Minggu (01/01/17). Polisi ingin menayakan soal kelayakan dan operasional kapal tersebut.

"Kelalaian pengelola masih kami investigasi serta berkordinasi dengan KNKT dan Dirjen Perhubungan Laut (Kemenhub)," kata Hero.

Dalam kasus ini, Polisi Perairan Polda Metro Jaya telah menetapkan nahkoda kapal KM Zahro Express berinisal MN sebagai tersangka. MN dianggap lalai sehingga menyebabkan musibah terbakarnya kapal hingga menimbulkan korban jiwa.

Pengawasan

Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Muara Angke Wahyu Prihanto menyatakan siap meningkatkan pengawasan untuk menjamin keselamatan pengguna jasa pelayaran. Wahyu yang baru menjabat itu mengatakan  tengah menjalankan tugas sesuai aturan yang berlaku. Salah satunya, kata dia, memastikan penumpang menggunakan rompi pelampung selama berlayar.

"Selalu mengutamakan keselamatan dalam berlayar, pengawasan untuk terutama masalah perlengkapan safety. Kedua, administrasi tentang untuk hal prosedur dari pemberangkatan kapal, apa-apa yang dilakukan, apa-apa yang dikerjakan, selalu mengingatkan keadaan cuaca, selalu mengingatkan untuk masalah pemakaian life jacket, sudah ada ketentuannya, sudah ada aturannya, saat ini, alhamdulillah mulai kemarin sampai saat ini pun, penumpang-penumpang sudah pakai life jacket," kata Wahyu di kantor KSOP, Rabu (4/1/2016).

Wahyu Prihanto enggan mengomentari kinerja pejabat sebelumnya maupun kasus terbakarnya KM Zahra Express. Kata dia, fokus kerjanya saat ini adalah menjalankan pelayanan terbaik bagi para pengguna jasa. Sementara untuk penyelidikan masalah KM Zahro merupakan domain lembaga lain, yakni KNKT.

"Saya kan kebetulan diamanahkan saat ini, saya bisa memaksimalkan pengawasan, ketertiban untuk alur pelayaran di sini. Kalau kemarin-kemarin kan saya nggak tahu," ujar dia.

Terkait investigasi yang tengah berjalan, Wahyu menjamin KSOP mendukung penuh proses yang dilakukan KNKT.

"Biasanya untuk investigasi yang dilakukan, pengumpulan data, dokumen, wawancara untuk petugas, tinjauan ke TKP, dilakukan pemeriksaan pada barang yang terjadi kecelakaan. Kami mensupport, mendukung, dan melayani kegiatan tersebut," tuturnya.


Editor: Rony Sitanggang

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7

Survei Sebut Mayoritas Masyarakat Ingin Pandemi Jadi Endemi