Hut PDIP, Megawati Kecam Ideologi Tertutup

"Ideologi tertutup tersebut hanya muncul dari suatu kelompok tertentu yang dipaksakan diterima oleh seluruh masyarakat. Mereka memaksakan kehendaknya sendiri"

BERITA | NASIONAL

Selasa, 10 Jan 2017 16:40 WIB

Author

Ade Irmansyah

Hut PDIP, Megawati Kecam Ideologi Tertutup

Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri meneriakkan salam kebangsaan ketika menyampaikan pidato politiknya pada acara Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-44 PDI Perjuangan di JCC, Senayan, Jak


KBR, Jakarta- Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) Megawati Soekarno Putri meminta pemerintah  konsisten menggunakan Pancasila sebagai ideologi negara. Kata dia, pemerintah harus tegas dan jangan terjebak dalam ideologi tertutup bercorak totaliter.

Menurut dia, ideologi Pancasila sudah diakui dunia karena efektif mempersatukan Indonesia yang diciptakan beragam.

"Ideologi tertutup tersebut hanya muncul dari suatu kelompok tertentu yang dipaksakan diterima oleh seluruh masyarakat. Mereka memaksakan kehendaknya sendiri; tidak ada dialog, apalagi demokrasi. Apa yang mereka lakukan, hanyalah kepatuhan yang lahir dari watak kekuasaan totaliter, dan dijalankan dengan cara-cara totaliter pula. Bagi mereka, teror dan propaganda adalah jalan kunci tercapainya kekuasaan," ucapnya saat memberikan sambutan dalam HUT PDIP, di JCC, Senayan, Jakarta, Selasa (10/01).

Kata dia, ideologi tersebut juga melarang pemikiran kriits dan menghendaki keseragaman berpikir. Akibatnya, mereka menghendaki keseragaman dalam berpikir dan bertindak dengan memaksakan kehendaknya. Selain itu, pemahaman terhadap agama dan keyakinan sebagai bentuk kesosialan pun dihancurkan, bahkan dimusnahkan.  

"Tidak hanya itu, mereka benar-benar antikebhinekaaan. Itulah yang muncul dengan berbagai persoalan SARA akhir-akhir ini. Di sisi lain, para pemimpin yang menganut ideologi tertutup pun memosisikan dirinya sebagai pembawa self fulfilling prophecy, para peramal masa depan. Mereka dengan fasih meramalkan yang akan pasti terjadi di masa yang akan datang, termasuk dalam kehidupan setelah dunia fana, yang notabene mereka sendiri belum pernah melihatnya," ucapnya.

Kata dia, mengutip pesan Presiden Pertama Indonesia, Bung Karno, jadilah orang Indonesia yang sesungguhnya tanpa menanggalkan ke Indonesiaan  meski berbeda dan beragam. Oleh karenanya, mengucapkan terima kasih kepada Presiden Joko Widodo karena telah menetapkan 1 Juni sebagai hari lahir Pancasila.

"Bung Karno menegaskan, “kalau jadi Hindu, jangan jadi orang India. Kalau jadi Islam, jangan jadi orang Arab, kalau jadi Kristen, jangan jadi orang Yahudi. Tetaplah jadi orang Indonesia dengan adat budaya Nusantara yang kaya raya ini," tambahnya.


Editor: Rony Sitanggang

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 7

Tingginya Kasus Positif COVID-19 pada Anak

Cegah Krisis Pangan di Masa Pandemi

Kabar Baru Jam 8

Covid-19, IDAI Ungkap Kematian Anak Capai Ribuan Perminggu