Perbaiki Gugatan, KLHK Siap Banding Putusan PN Palembang

KLHK akan menyicil penyerahan data memori banding hingga tiga pekan mendatang.

NASIONAL | BERITA

Minggu, 10 Jan 2016 21:13 WIB

Author

Ade Irmansyah

Perbaiki Gugatan,  KLHK Siap Banding Putusan PN Palembang

Sidang gugatan perdata KLHK terhadap PT BMH di Pengadilan Palembang

KBR, Jakarta - Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menyatakan telah memperbaiki gugatan dan mengikuti semua masukan dari 23 ahli hukum lingkungan sebelum mendaftarkan banding atas putusan PN Palembang, besok.

Salah satu perbaikan memori banding tersebut, menurut Direktur Penyelesaian Sengketa Lingkungan Hidup KLHK, Jasmin Ragil Utomo adalah pernyataan hakim yang menganggap KLHK tidak bisa membuktikan terjadinya kerusakan akibat kebakaran hutan.

“Tetapi adalah bagaimana kita memperjelas dan menclearkan terkait dengan yang dibilang oleh hakim adalah kita tidak bisa menjelaskan terkait dengan terjadinya kerusakan kemudian disitukan masih ada seperti yang dikatakan bu Menteri bahasanya harus lebih dijelaskan terutama terkait dengan kerusakan dan perbuatan melawan hukumnya jadi terkait dengan kausalitasnya gitu, kemudian kita melihat dan menggali dari sisi peraturannya mungkin disitu ada peraturan yang belum masuk, makanya kita perjelas dan masukan peraturan itu,” ujarnya kepada KBR saat dihubungi.

Jasmin Ragil Utomo menambahkan, KLHK akan menyicil penyerahan data memori banding hingga tiga pekan mendatang. Sebab KLHK perlu berhati-hati menyusun draf memori banding tersebut.

Besok, Senin, 11 Januari 2016, KLHK mendaftarkan banding atas putusan kasus PT Bumi Mekar Hijau di Pengadilan Negeri Palembang. Dalam sidang dua minggu lalu, Hakim menolak gugatan perdata yang diajukan KLHK terhadap PT BMH hampir Rp 8 triliun. Majelis Hakim beralasan, kebakaran tersebut tidak merusak, sebab tanah bisa kembali ditanami.
 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Rangkuman Berita Sepekan KBR

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18