Penemu Rompi Antikanker Berharap Petisi Dukungan Didengar Jokowi

Presiden diminta turun tangan atasi perizinian yang terlalu berbelit-belit

BERITA | NASIONAL

Sabtu, 02 Jan 2016 18:55 WIB

Author

Ninik Yuniati

Penemu Rompi Antikanker Berharap Petisi Dukungan Didengar Jokowi

Warsito P Taruno, penemu rompi antikanker (Foto: http://www.c-techlabs.com)

KBR, Jakarta- Penemu rompi antikanker Warsito Purwo Taruno berharap penggalangan petisi mendukung inovasinya, didengar oleh Presiden Joko Widodo. Kata dia, hambatan regulasi bisa diselesaikan apabila Presiden Jokowi mau turun tangan. Tanpa itu, doktor lulusan Universitas Shizouka Jepang ini pesimistis, upaya apa pun tidak akan berdampak. Menurutnya, beberapa petisi yang digalang menunjukkan alat temuannya memberi harapan bagi penderita kanker mau pun keluarga. 

"Saya kira banyak sekali aturan di Indonesia yang belum mapan dengan baik, saya kira itu hanya presiden yang bisa mengambil kebijakan. Kalau presiden mengambil sikap kemungkinan alat ini bisa terus dikembangkan di Indonesia dan diakses oleh masyarakat. Tapi kalau itu tidak, ya alat ini tetap akan berkembang juga, karena ini ada saintific background-nya, ya tapi tidak di Indonesia," kata Warsito kepada KBR, (2/1). 

Sebelumnya, Ketua Yayasan Lavender Indonesia Indira Abidin menggalang petisi lewat situs change.org Jumat lalu. Petisi ini berisi dukungan agar Presiden Joko Widodo mengizinkan temuan Warsito diakses oleh masyarakat. Hingga Sabtu (2/1) sore, petisi telah ditandatangani 3358 pendukung. Dua petisi berisi dukungan serupa juga telah digalang sejak awal Desember dan telah ditandatangani masing-masing lebih dari 2 ribu.

Kemenkes sempat meminta Warsito untuk menutup kliniknya tersebut karena alat temuannya itu tidak berizin dan ilegal di Indonesia. Namun setelah berdiskusi, Kemenkes akhirnya bakal meneliti alat kesehatan tersebut. 

Editor: Dimas Rizky

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

Tim Teknis Pengungkapan Kasus Novel Dinilai Belum Ungkap Apapun