covid-19

MEA, INDEF: Separuh Tenaga Kerja Indonesia Tak Lulus SMP

Kualitas pendidikan dan keterampilan yang dimiliki tenaga kerja Indonesia, hampir 50 persen di bawah SMP.

BERITA | NASIONAL

Jumat, 01 Jan 2016 21:53 WIB

Author

Eli Kamilah

MEA, INDEF: Separuh Tenaga Kerja Indonesia Tak Lulus SMP

Ilustrasi, Pekerja di pabrik. Foto: Antara

KBR, Jakarta- Jumlah tenaga kerja Indonesia melimpah. Sayangnya, kualitas pendidikan dan keterampilan yang dimiliki tenaga kerja Indonesia, hampir 50 persen di bawah SMP.  Hal ini disampaikan Direktur Eksekutif Institute Development of Economics and Finance (IndefEnny Sri Hartati. 

Kata dia, meski ada porsi pekerjaan untuk tenaga Indonesia di pasar bebas ASEAN, Indonesia hanya akan menempati pekerjaan tingkat bawah, yang tingkat bahayanya tinggi, dan upahnya minim.

"SDM kita surplus tenaga kerja. Sayangnya surplus didominasi tenaga kerja tidak terdidik. Jadi komposisinya SMP kebawah 50 persen atau 48 persen. Jadi memang hampir separuh tenaga kerja kita berada di bawah SMP bahkan SD," katanya kepada KBR, Jumat (1/1/2016)

Indonesia resmi memasuki era Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA). Barang dan jasa dari seluruh negara anggota ASEAN akan lebih bebas untuk masuk ke Indonesia, begitu juga sebaliknya. Pemerintah pun sudah mengambil beberapa kebijakan dan regulasi. 

Salah satunya Kementerian Perindustrian. Langkah yang sudah dilakukan pemerintah diantaranya mengintensifkan sosialisasi MEA 2015 kepada pemangku kebijakan industri, mengusulkan percepatan pemberlakuan perlindungan dan anti-dumping bagi produk impor tertentu. Selanjutnya, menambah fasilitas laboratorium uji dan meningkatkan kompetensi SDM industri,penyusunan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI).

 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7

Mampukah Polisi Respons Cepat Kasus yang Libatkan Anggotanya?