Larang LGBT Masuk Kampus, Menristekdikti Harus Minta Maaf

LGBT sebagai identitas bukan tindakan pidana.

BERITA | NASIONAL

Senin, 25 Jan 2016 17:01 WIB

Author

Iriene Natalia

Larang LGBT Masuk Kampus, Menristekdikti Harus Minta Maaf

Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi, M.Nasir. Foto: Antara

KBR, Jakarta- Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi, M.Nasir harus meminta maaf secara terbuka karena melarang kelompok lesbian, gay, biseksual dan transgender (LGBT) masuk kampus.

Menurut sosiolog sekaligus aktivis LGBT Dede Oetomo, pelarangan ini sangat diskriminatif dan melanggar HAM.

"Seorang Narapidana saja boleh belajar sementara LGBT sebagai identitas di negeri kita kan bukan crime, bukan tindakan pidana. Petisi sudah ada, pernyataan formal LGBTQ Indonesia sudah ada. Nanti lihat saja adakah Perguruan Tinggi yang berani bikin pernyataan semacam keberatan dengan sikap Menteri,"katanya, Senin (25/1/2016)

Sebelumnya, Menristek Dikti Muhammad Nasir merespon gerakan Support Group and Resource Center on Sexuality Studies (SGRC) di Universitas Indonesia. Gerakan ini menawarkan konseling bagi kelompok LGBT. Nasir menilai kelompok ini bisa merusak moral bangsa. Itu sebab ia melarang LGBT masuk kampus karena merupakan tempat nilai-nilai kesusilaan bangsa. 

Editor: Malika

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

Bekas Napi Koruptor Harus Jeda Lima Tahun Sebelum Maju di Pilkada