Kemendagri Pelajari Surat Pengusiran Jemaat Ahmadiyah dari Bangka

Surat Edaran Bupati yang ditandatangani Sekretaris Daerah Bangka, Feri Insani meminta jemaah Ahmadiyah masuk ajaran Islam Sunni atau diusir dari Pulau Bangka

BERITA | NASIONAL

Senin, 18 Jan 2016 19:25 WIB

Author

Yudi Rachman

Kemendagri Pelajari Surat Pengusiran Jemaat Ahmadiyah dari Bangka

Surat Edaran Bupati Bangka kepada Jemaat Ahmadiyah. Foto: KBR

KBR, Jakarta- Kementerian Dalam Negeri akan mempelajari keluarnya aturan pengusiran warga Ahmadiyah dari Kabupaten Bangka. Menurut Dirjen Otonomi Daerah Kementerian Dalam Negeri Sonny Soemarsono, pihaknya hanya memiliki kewenangan mengurus kebijakan yang dikeluarkan pemerintah daerah. Sedangkan untuk urusan pelarangan sebuah aliran, yang memiliki kewenangan adalah Kementerian Agama. 

"Jadi orang diusir itu kalau sudah dilarang, itu baru dilarang posisinya. Diusir sebagai apa, ini seperti kasus Madura terulang kembali toh. Iya semacam kasus itu seperti Bandung dan sebagainya. Saya kira ini namanya konflik berbau agama itu kewenangannya pusat di bawah Kementerian Agama. Sebuah aliran agama singkatnya di bawah kementerian agama. Kalau Kementerian Dalam Negeri hanya mengurus regulasinya, kalau sudah ada larangan tegas, nanti saya pelajari dulu deh yang dari Bangka itu," jelas Dirjen Otonomi Daerah Kementerian Dalam Negeri Sonny Soemarsono kepada KBR, Senin (18/1/2016) 

Sebelumnya, pada 14 Desember ada pertemuan antara jemaah Ahmadiyah dengan warga dan FKUB. Dalam pertemuan itu, jemaah Ahmadiyah diminta pergi dari Bangka. Lalu, pada 5 Januari keluar Surat Edaran Bupati yang ditandatangani Sekretaris Daerah Bangka, Feri Insani. Dalam surat itu, jemaah Ahmadiyah untuk masuk pada ajaran Islam Sunni atau diusir dari Pulau Bangka. 

Editor: Malika

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 14

Kabar Baru Jam 13

Kabar Baru Jam 12

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru jam 10