Hadapi MEA, Garuda Perluas Penerbangan Domestik dan Internasional

Sejumlah negara dan ibu kota negara Asean sudah disasar

BERITA , NASIONAL

Sabtu, 23 Jan 2016 17:57 WIB

Author

Muhamad Ridlo Susanto

Hadapi MEA, Garuda Perluas Penerbangan Domestik dan Internasional

Ilustrasi (Foto: Antara)

KBR, Purwokerto– Maskapai plat merah Garuda Indonesia menyatakan siap menghadapi kebijakan open sky dalam Masyarakat Ekonomi Asean (MEA). Direktur Utama Garuda Indonesia, Muhammad Arif Wibowo mengatakan pihaknya memperluas jalur penerbangan langsung ke kota di luar ibu kota negara Asean dan sejumlah negara Eropa. Selain itu, Garuda Indonesia juga membuat jalur transit baru untuk penerbangan langsung ke Eropa dan Amerika.

Arif menegaskan, kendati Garuda Indonesia tengah menuju merk global, namun diakuinya tetap tidak melupakan penerbangan domestik. Dia menjanjikan akan menambah jalur penerbangan domestik ke sejumlah bandara di kota kecil Indonesia. Menurut dia, pasar penerbangan domestik masih terbuka lebar. Perluasan penerbangan dometik dinilai akan mempercepat pertumbuhan ekonomi yang menjadi salah satu komitmen Garuda Indonesia.

"PR Garuda adalah how to subsrcibes international sebagai investment stage, karena sekarang internasional itu kita anggap dalam lima tahun ke depan adalah benar-benar membangun investasi international. Berbagai cara yang kita lakukan, ya itu branding. Kalau MEA, jadi Indonesia Marketing Association, kita sedang mempercepat perbanyak chapter di Indonesia. Target saya dalam dua tahun ada 100 chapter, Garuda itu kan ada di 60 kota. Minimal 60 kota pertama sudah di-backborn sama garuda," ujarnya kemarin, Jumat (01/22).

Arif Wibowo menambahkan, untuk merebut peluang dalam liberalisasi kawasan (open sky), ada tiga faktor penentu dalam membangun kekuatan daya saing, yakni perusahaan penerbangan, kalangan perguruan tinggi dan pemerintah.

Arif menjelaskan, untuk memperkuat strategi menghadapi ASEAN Open Sky, Garuda Indonesia membangun program utama yang diberi nama sky beyond, yang terfokus pada sinergitas antara grup, kepemimpinan dan peduli layanan.

Editor: Dimas Rizky

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7

Pidato Jokowi Visi Indonesia Tak Ramah HAM

News Beat

Kabar Baru Jam 20