Wantimpres Didominasi Parpol

Menteri Sekretaris Negara Pratikno menyebut pemilihan sembilan anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) bukan politik transaksional. Meski mayoritas diantaranya berasal dari parpol pendukung, namun masih ada sosok profesional.

NASIONAL

Senin, 19 Jan 2015 16:47 WIB

Author

Aisyah Khairunnisa

Wantimpres Didominasi Parpol

wantimpres, jokowi

KBR, Jakarta - Menteri Sekretaris Negara Pratikno menyebut pemilihan sembilan anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) bukan politik transaksional. Meski mayoritas diantaranya berasal dari parpol pendukung, namun masih ada sosok profesional. 


Meski begitu Pratikno memahami bahwa pilihan Jokowi untuk menjalin hubungan yang erat dengan partai pendukung.


"Wajar kan kalau pemerintah dalam hal ini punya hubungan yang erat dengan partai pendukung. Tentu saja dukungan utama dibutuhkan dari partai-partai yang lain. (Tidak langgar janji politik transaksional?) Ya nggak juga karena di situ kan juga ada beberapa orang lain juga yang terlibat di dalamnya," kata Pratikno.


Pratikno menambahkan, sembilan anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) masih mendiskusikan pembagian tugas per bidang untuk masing-masing anggota. Sebelumnya Wantimpres akan lebih dulu memilih ketua dalam beberapa hari ke depan. Nantinya masing-masing anggota akan dibantu oleh sekretaris jenderal dan staf ahli.


"Belum. Ini sebentara lagi akan ada rapat di Kantor Wantimpres. (Format sama dengan Wantimpres SBY?). Belum tentu, nanti mau ditetapkan dulu ketua," kata Pratikno.


Penangkatan sembilan anggota Wantimpres berdasarkan Keputusan Presidenn (Keppres) nomor 6/P/2015. Mereka adalah Subagyo HS, Ketua Dewan Penasehat Hanura.Sidarto Danusubroto, Ketua Dewan Kehormatan PDIP. Yusuf Kartanegara, Sekretaris Jederal Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI). Yan Darmadi, ketua Majelis Tinggi Nasdem. Rusdi Kirana, Wakil Ketua  PKB, bos Lion Grup. Suharso Monoarfa, bekas Menteri Perumahan Rakyat. Abdul Malik Fajar, bekas Menteri Mekokesra tahun 2004. Hasyim Muzadi, cawapres pasangan Megawati pada pilpres 2004. Serta Sri Adiningsih, Ekonom UGM. 


Editor: Antonius Eko 


Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

Tim Teknis Pengungkapan Kasus Novel Dinilai Belum Ungkap Apapun