Hari Minggu,Kejaksaan Eksekusi Mati 6 Terpidana Narkotika

Kejaksaan Agung akhirnya mengungkap waktu pelaksanaan eksekusi mati kasus narkotika.

NASIONAL

Kamis, 15 Jan 2015 21:12 WIB

Author

Ade Irmansyah dan Harith Jobs

Hari Minggu,Kejaksaan Eksekusi Mati 6 Terpidana Narkotika

Kejaksaan, Eksekusi Mati

KBR, Jakarta - Kejaksaan Agung akhirnya mengungkap waktu pelaksanaan eksekusi mati kasus narkotika.

Jaksa Agung, M Prasetyo mengungkap, enam orang terpidana akan dieksekusi pada hari Minggu, 18 Januari mendatang. Keenam terpidana tersebut terdiri dari lima warga negara asing dan satu warga negara Indonesia.

Kata dia, keenamnya sudah mendapatkan semua hak hukum yang diatur di dalam undang-undang di Indonesia. Tempat pelaksanaan eksekusi akan dilakukan di dua tempat, lima orang akan dieksekusi di Nusakambangan dan satu orang di Boyolali.

“Eksekusi akan dilaksanakan untuk 5 orang di Nusakambangan dan satu orang lainnya di Boyolali. Waktu pelaksanaannya direncanakan tanggal 18 Januari yang akan datang, jadi tepat 4 hari lebih sedikit sesuai perundangan dan akan diselenggarakan secara serentak jadi tidak menunggu giliran satu sama lain. Ini pun tentunya atas pertimbangan psikologis. Dan dilakukan di Nusakambangan berdasarkan pertimbangan psikologis,” ujar Prasetyo kepada wartawan di Kantor Kejagung, Kamis (15/1).

Ia menjelaskan, keenam orang tersebut adalah Namaona Denis, Marco Archer Cardoso Moreira, Daniel Enemuo alias Diarrassouba Mamadou, dan Ang Kim Soe, Rani Andriani alias Mellisa Aprilia, dan Tranthibichhanh. Kata dia, pihaknya juga telah memberi tahu para keluarga melalui kedutaan besar negara asal para terpidana mati. Tim pun telah mempersiapkan regu tembak, rohaniawan dan dokter.

Prasetyo menegasan, upaya hukuman mati adalah bagian dari ketegasan negara dalam pemberantasan narkotika. Ia menyebutkan Indonesia menjadi pangsa pasar narkoba terbesar di Asia Tenggara. Sekitar 45 persen transaksi narkoba ada di Indonesia.

“Jaringan narkotika ini sudah meluas kemana-mana, tidak hanya di kota besar, tapi juga ke pelosok. Mohon bagi pihak yang kebetulan belum sepakat dengan hukuman mati, kiranya dapat memahami, karena yang kita lakukan untuk menyelamatkan kehidupan bangsa,” ujar M Prasetyo.

Editor: Anto Sidharta

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Perempuan dan Anak Dalam Pusaran Terorisme

Kabar Baru Jam 15

Kabar Baru Jam 14

Kabar Baru Jam 13

Kabar Baru Jam 12