Bagikan:

Sapi Impor Masuk Lagi Akhir Januari

KBR68H, Jakarta - Kementerian Perdagangan memperkirakan sapi impor akan mulai masuk ke pasaran akhir bulan ini. Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Bachrul Chairi mengatakan daging sapi itu akan datang bertahap setelah pemerintah menambah kuota im

NASIONAL

Sabtu, 18 Jan 2014 22:32 WIB

Sapi Impor Masuk Lagi Akhir Januari

Daging sapi, impor sapi, Kementerian Perdagangan

KBR68H, Jakarta - Kementerian Perdagangan memperkirakan sapi impor akan mulai masuk ke pasaran akhir bulan ini.

Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Bachrul Chairi mengatakan daging sapi itu akan datang bertahap setelah pemerintah menambah kuota impor daging sapi Desember lalu.

Bachrul mengatakan sejumlah perusahaan yang mendapat jatah impor saat ini tengah mengurus pembelian daging tersebut.

"Sudah dikeluarkan untuk semester pertama. Tambahannya untuk Januari sampai Maret ada sekitar 128 ribu ekor lagi. Stok itu cukup," ujar Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri, Bachrul Chairi kepada KBR68H.

"Ada sekitar 35 perusahaan yang akan melakukan impor sapi. Ada sapi siap potong dan bakalan. Ini sudah keluar (izinnya), sekarang dalam proses. Akhir Januari saya yakin sudah masuk," kata Bachrul Chairi.

Dirjen Perdagangan Luar Negeri, Bachrul Chairi mengklaim harga daging sapi tetap tinggi di pasaran akhir-akhir ini bukan karena kekurangan pasokan. Bachrul mengatakan impor daging sebelumnya dilakukan ketika kurs rupiah lemah di hadapan dolar.

Hingga kini, harga sapi di sejumlah kota masih berkisar Rp 90-100 ribu/kilogram. Harga daging masih tinggi, antara lain di Jakarta, Samarinda, Surabaya dan Ternate.

Kementerian Perdagangan mengeluarkan izin impor lebih dari 150 ribu sapi. Izin diberikan ke sekitar 50 perusahaan.

Editor: Agus Luqman

Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7

Jalan Buntu Penolakan Pemekaran Wilayah Papua