Bagikan:

Pengamat: Setelah Mundur Gita Wirjawan Berpotensi Memenangkan Konvensi Capres

Pengamat politik menilai mundurnya Gita Wirjawan dari jabatan Menteri Perdagangan berpotensi kuat memenangkan proses seleksi calon presiden yang saat ini sedang digelar Partai Demokrat.

NASIONAL

Jumat, 31 Jan 2014 14:20 WIB

Pengamat: Setelah Mundur Gita Wirjawan Berpotensi Memenangkan Konvensi Capres

Gita Wirjawan, Konvensi Capres, demokrat

KBR68H, Jakarta - Pengamat politik menilai mundurnya Gita Wirjawan dari jabatan Menteri Perdagangan berpotensi kuat memenangkan proses seleksi calon presiden yang saat ini sedang digelar Partai Demokrat. 


Direktur Indobarometer, Muhammad Qodari mengatakan Gita termasuk kandidat yang dekat dengan keluarga Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Qodari mengatakan mundurnya Gita menunjukkan keseriusannya maju dalam proses konvensi calon presiden Partai Demokrat.


"Ini bisa mengindikasikan kesan yang lain ya. Dia termasuk orang yang berpeluang, terlepas dari hasil surveinya. Ia termasuk berpeluang didukung oleh keluarga Cikeaslah. Mungkin ia ingin menunjukkan keseriusannya dengan cara mengundurkan diri karena dia termasuk orang perfeksionis. Jadi, ketika dia harus kampanye untuk kepentingan konvensi mungkin ia merasa akhirnya kerja-kerja dia di kementerian jadi tidak optimal lagi," kata Qodari. 


Muhammad Qodari menambahkan Gita Wirjawan memang lebih baik mundur dari tugas negara daripada ia melalaikan pekerjaan sebagai menteri untuk kepentingan partai. 


Hari ini Gita Wirjawan resmi mundur dari kursi Menteri Perdagangan. Gita mundur dengan alasan ingin fokus berpolitik. Gita Wirjawan merupakan salah satu kandidat yang ikut dalam konvensi calon presiden di Partai Demokrat. Ia bersaing dengan sejumlah nama seperti kerabat Presiden, Pramono Edhi Wibowo dan akademisi Anies Baswedan.


Editor: Antonius Eko 

Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7

Jalan Buntu Penolakan Pemekaran Wilayah Papua