Pengamat: Jangan Tembak Mati Terduga Teroris

KBR68H, Jakarta - Kepolisian Indonesia diminta tidak menembak mati terduga teroris. Pengamat terorisme Noor Huda Ismail mengatakan, pembunuhan itu memperkuat militansi dan memperbanyak anggota teroris.

NASIONAL

Kamis, 02 Jan 2014 09:46 WIB

Author

Guruh Dwi Riyanto

Pengamat: Jangan Tembak Mati Terduga Teroris

terduga teroris, tembak mati, densus 88

KBR68H, Jakarta - Kepolisian Indonesia diminta tidak menembak mati terduga teroris. Pengamat terorisme Noor Huda Ismail mengatakan, pembunuhan itu memperkuat militansi dan memperbanyak anggota teroris. Untuk itu, ia meminta kepolisian menemukan cara-cara alternatif untuk menangkap terorisme. 

"Kalau misalnya ada acara pemakaman tersangkat teroris itu dia disambut bak pahlawan, spanduk di mana-mana, selamat datang syuhada karena ada pesan yang penting, "lanjutkan perjuangan." Ketika saya tanya polisi, "loh mas, saya ini diserang dan mau mati, gimana saya nggak mbales?" Jawaban ini memang bisa diterima di lapangan. Tapi kalau kita merujuk, misalnya penangkapan teroris yang ada di Israel, ketika terorisnya disangka ada di gedung, mereka menggunakan mikorofon besar, diminta keluar kalau tidak gedungnya dirubuhkan dengan buldozer," kata pengamat terorisme Noor Huda Ismail dalam program Sarapan Pagi KBR68H.

Pengamat terorisme Noor Huda Ismail menambahkan, penguatan fungsi intelijen dan birokrasi pemerintah juga dapat mencegah konflik bersenjata antara teroris dan kepolisian. Ismail mencatat, ada sekitar 80 yang diduga teroris tewas dalam baku tembak sejak 2002.

Sebelumnya, baku tembak terjadi dalam penggrebekan Densus 88 di rumah terduga teroris di Ciputat, Tangerang Selatan. Baku tembak itu menewaskan enam orang yang diduga teroris.
 
Penangkapan ini merupakan pengembangan dari penangkapan terduga teroris bernama Anton yang ditangkap di Banyumas, Jawa Tengah, pada Senin lalu. Mereka merupakan jaringan teroris Abu Roban yang sudah ditangkap sebelumnya. Mereka juga diduga kuat terkait peristiwa penembakan polisi di Pondok Aren, Tangerang Selatan, dan ledakan bom di Vihara Ekayana, Jakarta.

Editor: Doddy Rosadi

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

DPR Desak Menteri BUMN Evaluasi Total BUMN

Perempuan dan Anak Dalam Pusaran Terorisme